fajarnews

Sosialisasi Renovasi Pasar Kepuh Diprotes Pedagang

Redaksi : Ali Al Faruq | Kamis, 14 September 2017 | 17:43 WIB

Sopandi
KETUA KOMISI II DPRD Kuningan Yudi Moh Rodi menerima audensi para pedagang Pasar Kepuh yang memprotes sosialisasi renovasi Pasar Kepuh.*

Fajarnews.com,- KUNINGAN Hanya butuh waktu empat bulan untuk menyulap Pasar Kepuh Kuningan dari yang awalnya nampak kumuh menjadi bersih dan nyaman terhitung, sejak Sabtu (9/9) sampai Sabtu, (23/12).

Namun, renovasi Pasar Kepuh tersebut berujung protes para pedagang terkait tidak maksimalnya sosialisasi. Mereka mengadu Komisi II DPRD Kuningan, Rabu (13/9). Dalam audensi itu hadir Kadis Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (DPRPP), HM. Ridwan Setiawan dan perwakilan Disperindag Kabupaten Kuningan.

 “Intinya mereka menyoal sosialisasi yang dilakukan Pemda. Bagi mereka sosialisasi yang diterima selama ini tidak maksimal. Sehingga info yang mereka terima terkait rencana pembangunan ini tidak sesuai dengan ketentuan yang dibuat oleh Pemda,” kata Yudi Moh Rodi, Ketua Komisi II DPRD Kuningan.

Beredar isu, renovasi pasar tersebut akan merugikan para pedagang. Salahsatunya ukuran kios dan los yang akan lebih kecil dari ukuran sebelumnya ditambah akan ada pungutan ulang setelah pasar tersebut selesai dibangun pada akhir Desember nanti.

Menurut Yudi, informasi burung tersebut menyulut emosi para pedagang sehingga mereka menyempatkan waktu beraudiensi ke DPRD.

“Sosialisasi dan info yang diterima oleh pedagang bukan dari orang yang berkompeten. Sehingga informasinya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Tapi Alhamdulillah setelah audiensi mereka paham walaupun minta hitam di atas putih mengenai ketetapan ukuran kios dan tidak adanya pungutan uang tersebut,” tuturnya.

Sementara, HM. Ridwan Setiawan menerangkan, perkara sosialisasi yang disoal oleh para pedagang sejatinya sudah dilakukan oeh masing-masing petugas pasar di bawah naungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kuningan. Menurutnya, sebagai perencana teknis struktur banguanan, persoalan tersebut tidak akan menghambat pembangunan yang sudah direncanakan. Pembangunana akan terus berlanjut karena sudah merupakan program yang harus dilaksanakan. Adapun tuntutan dari masyarakat akan dibicarakan lebih serius.

Ridwan menerangkan, renovasi pasar dilakukan supaya kondisi pasar lebih tertata rapih. Kedepan, bangunan pasar akan didesain dua lantai setinggi delapan meter untuk menampung jumlah pedagang yang diprediksi akan terus bertambah sesuai jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi.

“Ada dua anggaran yang sudah disipakan. 10 milyar untuk pembangnan pasar dan 1,5 milyar untuk perbaikan drainase dan jalan pasar. Total 11,5 Milyar. Untuk pengerjaan kami target selama 105 hari,” kata Ridwan.

Ridwan menerangkan, renovasi bangunan yang membutuh waktu empat bulan itu berlokasi di Blok E, F, dan R Pasar Kepuh. Adapun ahapan perencanaan detail engineeing designnya mulai Juni sampai 4 Agustus, sosialisasi, 14-25 Agustus, pembangunan los darurat 26 Agustus sampai 4 September, pemindahan los 3-5 September, pembongkaran pembangunan eksisting 6-9 September, dan mulai pelaksanaan 9 September sampai 23 Desember.

Dalam kurun waktu terebut, pedagang yang berlokasi di blok tersebut akan diungsikan di tempat yang sudah disiapkan untuk penampungan pasar sementara. Menurutnya, dalam tahap pembanguan mereka bisa tetap berjualan walaupun akan sedikit terganggu karena lain dan banyak hal.

“Insyaallah dalam waktu 4 bulan di bulan Desember 2017, para pedagang akan kembali menempati dengan kondisi pasar siap pakai,” pungkasnya. (Sopandi)

 

Loading Komentar....
loading...