fajarnews

Debt Collector Dilarang Tarik Jaminan Sembarangan

Redaksi : Ali Al Faruq | Rabu, 13 September 2017 | 19:49 WIB

Ali Al Faruq
Selama ini jika ada kredit macet di perusahaan leasing masih menggunakan hukum rimba dengan menggunakan debt collector.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Debt Collector (penagih utang ekternal) dilarang menarik barang jaminan di tengah jalan atau datang ke rumah konsumen karena sudah masuk dalam pidana hukum.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK), Acep Tisna, Selasa (12/9).

Diungkapkan Acep, dari awal 2017 hingga saat ini sudah ada 25 kasus yang masuk ke BPSK. Dari 25 kasus tersebut tersisa empat kasus masih dalam proses dan kebanyakan kasus adalah masalah leasing.

“Dari 25 kasus itu ada pengaduan kosong, perbankan, koperasi, pelayanan jasa perusahaan dan yang paling mendominasi adalah masalah leasing,” ujar Acep kepada fajarnews.com.

Meskipun permasalahan leasing karena banyak debitur macet, tetapi dari pihak perusahaan sangat kurang menjelaskan kepada debitur soal isi perjanjian kontrak kredit.

“Prosedur yang benar jika ada masalah leasing, harusnya ada SP 1 kemudian SP 2. Ketika ada jaminan fidusia (pengalihan hak kepemilikan) maka yang berhak menarik jaminan adalah pihak kepolisian, bukan debt collector,” kata Acep.

Bagi Acep, selama ini jika ada kredit macet di perusahaan leasing masih menggunakan hukum rimba dengan menggunakan debt collector. Mereka, katanya, selal bertindak semena-mena merampas barang di jalan atau datang ke rumah tanpa pendampingan dari pihak kepolisian.

“Jika masih ada, itu bisa dipidanakan pelaku penarikannya. Dan masyarakat bisa melaporkan langsung ke pihak kepolisian,” kata Acep.

Acep menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Kuningan apabila yang berurusan dengan leasing namun terjadi masalah dengan panarikan paksa, maka langsung lapor ke pihak kepolisian agar pelaku tersebut bisa ditangkap. (Ali)

Loading Komentar....
loading...