fajarnews

Aziz Teken Surat Penghentian Sementara Angkutan Online

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Kamis, 7 September 2017 | 09:10 WIB

Winarno
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Aziz.*

Fajarnews.com, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Aziz menandatangani surat pemberhentian sementara operasional angkutan online.

Menurut Azis, surat penghentian operasional angkutan online tersebut, hanya sementara sampai pengusaha transportais online menempuh perizinan, seperti membuka kantor di Kota Cirebon, dibuat izin domisili, izin gangguan tetangga (HO), TDP dan sebagainya

"Perizinan harus ditempuh semua sebelum menjalankan operasional transportasinya," kata Azis, Rabu (6/9).

 Menurut Azis, pihaknya terpaksa menghentikan sementara operasional trasportasi online tersebut, karena mereka belum belum mengantongi izin dari Dishub Pemprov Jawa Barat, pihak yang berwenang menangani izin operasional angkutan online.

"Permintaan para sopir angkot bagaimana menutup operasional angkutan online, sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota Cirebon," kata Aziz.

Azis menegaskan, jika perizinan tersebut telah ditempuh, mereka bisa beroperasi kembali. Ia pun meminta agar jika nantinya perizinan transportasi online tersebut telah dilengkapi, keberadaan mereka jangan lagi dipersoalkan.

 "Saya meminta konsekuensinya, kalau perizinan sudah lengkap, jangan kemudian dipermasalahkan karena namanya hidup itu bareng-bareng," kata Aziz.

Informasi yang berhasil dihimpun “Fajarnews.com” menyebutkan, surat nomor: 551.2/1315/Dishub itu berkop Wali Kota Cirebon lengkap dengan logo garuda pancasila tertanggal 07 September 2017 dan ditujukan kepada lima perusahaan transportasi online itu, ditandatangani Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis.

Diberitakan sebelumnya, ratusan sopir angkutan umum kembali melakukan aksi mogok dan memilih menggeruduk Gedung DPRD Kota Cirebon, Selasa (5/9).

Kedatangan mereka ke gedung dewan guna menagih janji Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis dan DPRD terkait akan ditutupnya transportasi berbasis aplikasi online yang pernah disepakati pada aksi pertengahan Agustus lalu.

Para sopir angkot mengatakan, kedatangan mereka ke gedung dewan itu, semata-mata untuk mempertanyakan kejelasan akan wali kota dan para wakil rakyat, yang pada aksi sebelumnya, Selasa (15/8) lalu, sepakat untuk menutup dan memberhentikan transportasi online, karena memang belum mengantongi izin resmi dari Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan.

"Kami datang ke sini untuk menagih kesepakatan pada pertemuan sebelumnya, yang mana katanya transportasi online tidak boleh beroperasi karena belum berizin, nyatanya hingga hari ini masih ada bahkan semakin banyak," kata Karsono, Sekretaris Organda Cirebon. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...