fajarnews

PWI dan Diskominfo Majalengka Gelar Workshop Jurnalisme Warga

Redaksi : Andriyana | Kamis, 7 September 2017 | 00:06 WIB

ABR
Kepala desa dan aparatur pemerintahan desa di Dapil 1 Majalengka mengikuti workshop jurnalistik yang diadakan oleh Diskominfo dan PWI Majalengka

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Maraknya berita hoax atau berita bohong membuat keprihatinan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka.

Menyikapi kondisi tersebut, bekerja sama dengan PWI Kabupaten Majalengka Diskominfo menggelar Workshop Jurnalisme Warga, dengan tema “Membangun Kesalehan Berinformasi” di Aula Kecamatan Bantarujeg, Rabu (6/9).

Workshop diikuiti  oleh para Kepala Desa dari Dapil 1 Kecamatan Bantarujeg, Malausma, Lemahsugih, Cikijing dan Cingambul.

"Maraknya berita hoax atau kabar bohong membuat prihatin karena dapat membuat gaduh dengan informasi yang belum tentu kebenarannya," kata Kabid Pengembangan dan Pengendalian Komunikasi Diskominfo Majalengka, Dadang Setiawan.

Dikatakannya, dengan maraknya media sosial sehingga menimbulkan citizen jurnalism atau jurnalisme warga, seseorang dapat menshare berita atau foto sebuah kejadian.

"Tentunya share berita atau foto itu, harus bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau bukan hoax," ungkap dia.

Narasumber dari PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam mengatakan sebuah berita harus bersifat objektif tidak memihak, berdasarkan fakta dan data.

"Berita itu juga harus aktual, terbaru atau belum basi dan memiliki unsur 5W+1H dan medianya yang kredibel jelas Badan Hukumnya dan alamat kantor media tersebut," ungkap Jejep yang juga Ketua PWI Majalengka ini.

"Berita itu harus benar, faktual, tidak mencampurkan fakta dengan opini dan berimbang, cover both side," tegas Jejep.

Sementara Camat Bantarujeg Andi Hermawan menyambut baik adanya workshop Jurnalisme warga kepada para kepala desa yang memberikan pemahaman bagaimana kinerja wartawan dalam mencari berita dan mengetahui tentang jurnalistik yang sesungguhnya. (ABR)

Loading Komentar....
loading...