fajarnews

KSOP Nilai Pelindo Setengah Hati

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Selasa, 5 September 2017 | 09:25 WIB

MH Hidayat
Penyemprotan jalur yang dilewati truk pengangkut batu bata dilakukan petugas yang dipekerjakan pengusaha batu bara, setelah diinisiasi KSOP.*

Fajarnews.com, CIREBON - Menyikapi keluhan warga terkait debu bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pelabuhan Cirebon bersama pengusaha batu bara melakukan tindakan nyata guna meminimalisir debu yang dihasilkan aktivitas bongkar muat. Aksi itu dilakukan dengan bersama-sama melakukan penyemprotan jalur yang dilewati truk pengangkut batu bara.

Tindakan nyata bersama para pengusaha tersebut dilakukan, karena Kepala KSOP Cirebon, Revolindo menilai pihak Pelindo II Cirebon kurang respon dalam menangani permasalahan debu yang diakibatkan bongkar muat batu bara tersebut.

"Kita telah melakukan teguran-teguran lisan, tapi Pelindo belum ada respon. Karena saya bertanggung jawab dengan Pemerintah Kota Cirebon dan masyarakat, saya ambil langkah bersama pengusaha untuk menangani persoalan tersebut," kata Revo, Senin (4/9).

Revo mengaku, sebelum masyarakat mengeluhkan kembali debu batu bara, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan para pengusaha batu bara untuk mencari solusi masalah tersebut.

"Saya kumpulkan seluruh pengusaha untuk merasa bertanggung jawab, dan mereka merespon hal tersebut. Dari situ, muncul ide untuk menggunakan alat semprot yang dimondifikasi agar hasilnya maksimal," jelas Revo.

Menurut Revo, alat penyemport tersebut merupakan alat steam yang telah dimodifikasi dengan sedemikian rupa, agar tekanan air yang keluar dari alat itu lebih kuat. Sehingga, debu yang bertumpuk di pelabuhan mampu dibersihkan dengan mudah.

"Dengan alat itu, debu yang ada di bawah kita semprot, kemudian kita pinggirkan. Baru setelah itu, kita sapu dan buang debu itu supaya tidak menggangu," terang Revo.

Revo mengatakan, saat ini terdapat tiga alat penyemprot debu. Namun, pihaknya meminta kepada pengusaha untuk menambah tiga alat lagi.

"Penyemportan ini dilakukan secara intens di seluruh jalan-jalan di pelabuhan," ujarnya.

Ia yakin, jika dilakukan penanganan secara maksimal, maka debu batu bara tidak akan menggangu masyarakat. "Keadaan ini diperparah dengan musim kemarau disertai angin kencang. Tapi kalau dilakukan dengan maskimal, maka debu tidak dapat mengganggu," katanya.

Intensitas debu yang ditimbulkan oleh aktivitas bongkar muat batu bara, lanjut Revo, tidak separah tahun lalu. "Sekarang muatan baru tidak terlalu tinggi, tutupnya rapih, mobil relatif bersih saat keluar, sehingga debunya itu kalau pun ada, sangat sedikit," pungkasnya. (MH Hidayat)

Loading Komentar....
loading...