fajarnews

Kasus Pembantaian Sekeluarga Pelaku Sering Lakukan KDRT

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Selasa, 5 September 2017 | 09:10 WIB

Suhanan
Keluarga Korban berdoa di salah satu makam korban pembunuhan sadis di Blok Sijaba, Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon.*

Fajarnews.com, CIREBON - Pembunuhan sadis yang dilakukan Agus Supriyatna (38), warga Blok Sijaba, Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, terhadap istri dan ibu kandungnya sendiri, pada Sabtu (2/9) malam lalu, masih menyisakan duka mendalam pihak keluarga. 

Adik korban, Suryadi mengatakan pembunuhan yang dilakukan kakak iparnya itu terbilang sadis. Pasalnya, selain menghabisi kakaknya, Rawiyah (33) dan ibu kandungnya sendiri, Sumarni (64), Agus Supriyatna (AS) juga tega melukai dua anak kandungnya dan dua saudaranya.

"Pelaku ini stres karena sudah mempelajari ilmu gaib dan nggak kuat dengan apa yang dipelajarinya sehingga dia melakukan tindakan yang kejam," kata Suryadi, Senin (4/9).

Menurutnya,  selama tujuh tahun kakaknya (Rawiyah, red) menikah dengan AS selalu mendapatkan perlakuan yang tidak wajar, seperti seringnya melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik ditampar maupun dibentak. Bahkan perilaku kasar AS juga kerap ditunjukkan kepada kedua anaknya yang sering dipukuli atau ditendang.

"Pelaku ini sering melakukan KDRT kepada istrinya serta anaknya juga sering dipukuli, barang-barang juga sering dibanting. Namun perilaku aneh dan parahnya pelaku ini tiga hari sebelum kejadian, dimana setiap menjelang magrib selalu mengasah pisau" katanya

Suryadi berharap aparat penegak hukum menjatuhkan pelaku hukuman seberat-beratnya, sesuai dengan yang berlaku.

"Bila perlu dihukum mati si pelaku ini," cetusnya.

Dalami Motif

Sementara itu, jajaran Satreskim Polres Cirebon terus menggali motif pembunuhan yang menghebohkan warga tersebut.

 “Penyidik terus menggali untuk mengetahui motif pembunuhan yang sebenarnya,” kata Wakapolres Cirebon, Kompol Wadi Sabani didampingi Kasat Reskrim Polres Cirebon,  AKP Reza Arifian saat menjenguk korban yang selamat  RS Mitra Plumbon, Senin (4/9).

Selain untuk bersilaturahmi, Wakapolres juga merasa perlu menjenguk korban untuk memastikan kondisi sebenarnya, karena di media sosial sempat beredar kabar palsu atau hoaks yang menyebut salah seorang korban selamat meninggal dunia.

“Selain bersilaturahmi dengan korban sekaligus untuk mengetahui kondisi korban secara langsung. Dan alhamdullilah korban sudah lebih baik meski masih dalam penangganan medis,” katanya.

Adapun korban selamat yang ditengok oleh Wakapolres Cirebon di RS Mitra Plumbon yaitu kakak beradik anak kandung pelaku yang masih balita yakni Guntur (3) dan Eka (5) serta Reni (35) dan Lili (35) yang merupakan kakak kandung dan kakak iparnya.

 “Selain menjenguk kami juga memberikan santunan sebagai tali asih dan perhatian Polres Cirebon terhadap para korban yang merupakan satu anggota keluarga ini,” ujarnya.

Menurut Wadi, kondisi korban telah mulai membaik bahkan sudah mau berkomunikasi dengan suaminya, meski masih lemah.

“Salah satu korban sudah sadarkan diri, satunya masih belum sadar. Keduanya belum bisa diajak komunikasi karena masih lemah, akan tetapi kondisi tersebut mulai tampak membaik dibandingkan dengan hari sebelumnya,” kata Wadi.

Ia berharap kehadiran Kepolisian dapat memberikan rasa aman dan memulihkan kondisi psikis para korban yang selamat.

Diberitakan sebelumnya, entah setan apa yang merasuki Agus Supriyatna (38), warga Blok Sijaba, Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, hingga tega menghabisi keluarganya sendiri, pada Sabtu (2/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Aksi brutal Agus mengakibatkan istrinya Rawiyah (33) dan ibu kandungnya, Sumarni (64) tewas mengenaskan. Selain dua korban meninggal, Agus juga membantai kedua anak kandungnya, Guntur (3) dan Eka Galuh Saputra (5) serta  kakak ipar pelaku, Lili (35) dan Reni (35) hingga terluka parah.  

Sejauh ini polisi masih mendalami motif pelaku hingga tega menghabisi ibu kandung dan istrinya sendiri serta melukai anak dan kakak iparnya itu. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...