fajarnews

Suami Bantai Keluarga Sendiri Bunuh Istri dan Ibu Kandung serta Lukai Kedua Anak dan Dua Suadaranya

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 4 September 2017 | 09:10 WIB

Ist/FN
Tim Inafis Polres Cirebon melakukan olah TKP kasus pembunuhan yang menewaskan seorang istri dan ibu kandung serta melukai kedua anak dan saudara pelaku, di Blok Sijaba, Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/9).*

Fajarnews.com, CIREBON - Entah setan apa yang merasuki Agus Supriyatna (38), warga Blok Sijaba, Kelurahan Pesalakan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, hingga tega menghabisi keluarganya sendiri, pada Sabtu (2/9) malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Aksi brutal Agus mengakibatkan istrinya Rawiyah (33) dan ibu kandungnya, Sumarni (64) tewas mengenaskan. Selain dua korban meninggal, Agus juga membantai kedua anak kandungnya, Guntur (3) dan Eka Galuh Saputra (5) serta  kakak ipar pelaku, Lili (35) dan Reni (35) hingga terluka parah.  

Sejauh ini polisi masih mendalami motif pelaku hingga tega menghabisi ibu kandung dan istrinya sendiri serta melukai anak dan kakak iparnya itu.

Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samodra melalui Wakapolres, Kompol Wadi Sa’bani yang disampaikan Kasat Reskrim Polres Cirebon, AKP Reza Arifian, menuturkan, pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) akasus tersebut.

 “Untuk motif masih kita dalami,” kata AKP Reza Arifian, Minggu (3/9).

Reza menuturkan, peristiwa itu bermula saat warga mendengar adanya teriakan mencurigakan dari rumah Reni (kakak pelaku, red) yang sangat keras. Mendengar terikan keras dan mencurigakan tersebut, warga sekitar langsung mendobrak pintu.

“Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB, warga mendengar adanya teriakan mencurigakan dari rumah Reni. Mendengar teriakan itu, warga bersama ketua RT setempat mendobrak pintu rumah dan mendapati pelaku memegang belati berlumuran darah,” kata Reza.

Melihat ada banyak warga yang datang, pelaku yang masih membawa sebilah belati berlumuran darah mencoba melarikan diri. Warga yang marah sempat menelanjangi dan memukuli pelaku.

“Pelaku berusaha kabur namun bisa diamankan warga dan dibawa ke Polsek Sumber untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” katanya.

Usai mengamankan pelaku, warga lalu memeriksa rumah Reni dan mendapati ibu pelaku, Sumarni telah meninggal dalam kondisi berlumuran darah. Warga juga menemukan istri pelaku, Rawiyah yang kondisinya parah bersimbah darah. Tidak lama setelah ditemukan warga Rawiyah pun mengembuskan nafasnya, menyusul sang mertua.

Di tempat lain warga menemukan kedua anak pelaku, Guntur dan Eka Galuh Saputra, serta  kakak ipar pelaku, Lili (35) dan Reni (35) dalam kondisi terluka. Oleh petugas dan warga, keempat korban luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Plumbon untuk mendapatkan perawatan medis.

  Sementara itu, dari tangan pelaku polisi mengamankan sebilah pisau belati panjang ukuran 25 sentimeter beserta sarung warna hitam, beberapa pakaian korban, seprei dan selimut berlumuran darah.

“Untuk motif masih terus kami dalami. Para korban meninggal di bawa ke RS Bhayangkara Losarang Indramayu untuk proses visum dan autopsi, sedangka korban yang  selamat masih dalam perawatan medis di RS Mitra Plumbon,” tandasnya.

Sementara itu, Wakapolres Cirebon Kompol Wadi Sa'bani mengatakan, dari hasil autopsi yang diperoleh dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara, Losarang, Indramayu, korban disebabkan kehabisan darah akibat mendapat banyak tusukan.

“Tusukan benda tajam yang mengenai anggota tubuh korban cukup banyak mulai bagian perut, tulang rusuk hingga organ bagian dalam. Akibatnya, korban banyak mengeluarkan darah, karena itulah korban mengalami kematian,” kata Wadi.

Menurut Wadi, kondisi yang sama juga dialami kedua anak pelaku, namun kondisi mereka selamat setelah mendapat perawatan intensif dari pihak rumah sakit.

“Meski mendapat tusukan di bagian dada, namun kedua anak pelaku nyawanya bisa terselamatkan, termasuk satu yang baru selesai menjalani operasi. Kondisinya bahkan berangsur membaik,” katanya.

Pihaknya kini terus menggali motif pelaku, termasuk meminta keterangan dari keluarga korban. Namun, Wadi menegaskan, informasi tersebut belum cukup karena keterangan saksi kurang lengkap mengingat mereka masih syok.

“Kita belum banyak menggali informasi dari keluarga pelaku karena mereka masih syok, namun kita akan terus perdalam,” pungkasnya. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...