fajarnews

Keluarga Aswadi Ternyata Sering Terima Bantuan Pemda akan Mengambil Langkah

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 28 Agustus 2017 | 10:30 WIB

Ali
Beberapa waktu lalu, Kapolres Kuningan AKBP Yuldi Yusman sempat mengunjungi mengunjung keluarga Aswadi dan memberikan bantuan sembako.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Pasca ramainya ada warga Kuningan yang masih makan nasi aking selama lima tahun, ternyata keluarga Aswadi (85) itu selalu menerima bantuan dari masyarakat.

informasi yang dihimpun “Fajarnews.com”, Aswadi yang bekerja sebagai pembuat batu bata merah itu dalam satu rumah menghidupi lima jiwa diantaranya istri, anaknya dan kedua cucunya.

Pada 2000, Aswadi tinggal di RT 03/01 Dusun I, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin dan pernah mendapat bantuan stimulan untuk perbaikan rumah di atas tanah hak milik sendiri.

Kemudian pada 2010 rumah tersebut dijual dan membeli tanah pekarangan kembali yang lebih murah di RT 02/02 Dusun I, Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin. Pada tahun yang sama, Ia diberikan kembali bantuan stimulan untuk perbaikan rumah kedua diatas tanah hasil pembelian tersebut.

pada 2012, tanah tersebut dijual atas desakan anaknya sehingga Aswadi harus pindah mengontrak di tempat pembuatan batu bata. Pada 2013, Aswadi dibebaskan dari biaya kontrak, sayangnya ia tidak bisa bekerja lagi dan sering sakit.

Pihak desa berinsiatif untuk memindahkan Aswadi dan dibuatkan rumah di atas tanah desa di Dusun III RT 01/03. Itu terjadi pada pertengahan 2013 dengan modal bantuan swadaya masyarakat.

Pada 2014, Aswadi kembali mendapat bantuan program listrik desa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sementara anaknya, Asih yang bekerja sebagai pemecah batu juga mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 2014.

Aswadi sendiri termasuk mitra Jaring Pengaman Umat (JPU) dan mendapat bantuan bahan pokok dan lauk pauk sejak Juni 2017 kemarin. Sebelum itu ternyata banyak masyarakat mengulurkan tangannya kepada keluarga Aswadi dengan memberi bantuan rutin bahkan hingga kebutuhan sandang.

Dibalik itu, ternyata Aswadi senang mengumpulkan sisa-sisa makanan yang tidak habis untuk dijemur dan dikeringkan dengan alasan sayang kalau dibuang. Padahal keluarga Aswadi setiap bulan mendapat bantuan beras rasta 5 kilogram dan setiap tahun mendapat juga bantuan pemberian hak fakir miskin dari BAZ dan para dermawan lainnya.

Sehari sebelum viralnya kabar nasi aking, Dinas Ketahanan Pangan telah memberikan bantuan berupa beras, mie instan dan gula mengingat Aswadi merupakan penerima bantuan tetap.

Keesokan harinya Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyempatkan untuk menyambangi dengan memberikan bantuan bahan makanan berupa beras dan kebutuhan lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kuningan H. Acep Purnama menyebutkan, pemerintah daerah akan mengambil langkah diantaranya selain memberikan bantuan pangan secara rutin kepada keluarga Aswadi dan lainnya yang termasuk kategori mitra JPU zona merah melalui Dinas Ketahanan Pangan dengan instensitas lebih ditingkatkan.

“Selain itu juga akan ada pemeriksaan kesehatan untuk seluruh keluarga Aswadi oleh Dinas Kesehatan, dan hari ini juga akan dilakukan pembangunan rumah sehat secara permanen untuk keluarga Aswadi dengan ukuran 5 x 7 meter dengan fasilitas dua kamar, ruang tamu dan dapur,” ujar Acep.

Untuk sosialisasi dan peningkatan pola hidup sehat, Acep menyebutkan, pemerintah akan membentuk satgas penanggulangan masalah kesejahteraan sosial yang melibatkan seluruh SKPD. (Ali)

Loading Komentar....
loading...