fajarnews

Mamat Robby Tetap Jadi Kader Demokrat

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 26 Agustus 2017 | 08:40 WIB

Ali Al Faruq
Dua kandidat Bacabup (kemeja putih) Partai Demokrat berfoto bersama usai fit and proper test Gerindra. Mamat Robby (kanan) foto dengan Anjar Asmara (Bacabup Ciamis), ditengahi Sopwan Ismail (Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kuningan).*

 

Fajarnews.com, KUNINGANBakal Calon Bupati Kuningan dari Partai Demokrat, H Mamat Robby Suganda, akhirnya bersuara guna menepis isu yang menyatakan dirinya akan pindah ke Partai Gerindra. Hal itu disampaikan dirinya pasca dirinya mengikuti fit and propertest di Gerindra, Kamis (24/8).

“Tidak ada yang berubah, saya tetap berdarah biru saya kader Demokrat, jadi tidak benar kalau saya pindah partai. Terkait keikutsertaan saya di fit and propertest di DPD Gerindra itu juga benar, tetapi tentunya atas sepengetahuan dan seizin ketua DPC dan DPD Demokrat. Saya sudah diberikan izin oleh Pak Iwan,” tutur pria yang akrab di sapa MR itu.

Isu bahwa dirinya akan pindah partai, menurut MR sudah diperkirakan jauh-jauh hari ketika dirinya akan mengikuti tahap penjaringan di Gerindra.

Hal itu terbukti dalam dua minggu terakhir sejak dirinya hadir pertama kali di penjaringan bacabup Gerindra, MR seolah menjadi trending topic sebagai salah satu bacabup yang akan pindah.

“Sebagai informasi, penjaringan calon kepala daerah yang dilakukan Gerindra, banyak diikuti juga oleh beberapa kader partai lainnya. Di antaranya ada Ibu Irma, Ketua DPC Demokrat Ciamis, dirinya juga ikut mendaftar sebagai salah satu bacabup dari Partai Gerindra juga,” jelasnya.

Selain ke Gerindra, MR juga menyatakan bahwa dirinya terus intens berkomunikasi dengan parta-partai lainnya khususnya yang masuk di Koalisi Umat. Selain karena sudah mendeklarasikan koalisi, ke tiga partai seperti Demokrat, Gerindra dan PKS merupakan rekan koalisi pada saat dirinya maju di Pilbup 2013 yang berpasangan dengan H Momon Rochmana.

Isu lainnya yang berkembang bahwa pendaftaran dirinya ke Gerindra sebagai langkah antisipasif karena rekomendasi Demokrat diperkirakan tidak akan jatuh ke tangannya, ditepis juga olehnya.

Menurut MR, salah satu mekanisme rekomendasi itukan dilihat dari hasil survei baru setelah itu ditentukan oleh DPP.

“Jika ada yang mengatakan bahwa rekomendasi Demokrat tidak ke saya itu wajar, karena saat ini kompetisi di internal cukup sengit. Mungkin mereka melihat, bahwa persaingan ini seperti saya melawan 3 orang ya, tapi mekanisme ini bukan soal kuantitas, tapi soal hasil survei dilapangan, karena itu mekanismenya,” kata MR.

Menyinggung soal hasil survei, ketika ditanya hasil survei tahap pertama yang sudah dilakukan oleh internal Demokrat, MR mengatakan bahwa hasilnya membuat dirinya masih percaya diri untuk mendapatkan rekomendasi dari Demokrat.

“Seperti yang dikatakan oleh Pak Ketua (Toto Hartono), hasilnya bagus semua, tapi Insyaallah posisi saya masih lebih baik diantara yang bagus itu,” ujarnya.

Pesan lainnya sebelum dirinya menutup wawancara, ia menjelaskan bahwa pendaftaran dirinya ke Gerindra adalah salah satu ikhtiar politik yang dilakukan olehnya.

“Saya ini sudah pernah merasakan melawan incumbent, jika kita tidak solid dan total maka hasilnya akan berat. Maka itu saya terus melakukan ikhtiar politik, salah satunya ya dengan mendaftar ke Gerindra, bahkan saya juga hadir di acara rakernas PAN,” katanya. (Ali)

Loading Komentar....
loading...