fajarnews

Polres Indramayu Gagalkan Penjualan Tiga ABG ke Riau

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 23 Agustus 2017 | 09:10 WIB

Agus Sugianto
Anggota Satreskrim Polres Indramayu berpakaian preman, menurunkan paksa tiga perempuan muda berikut sang mucikari, dari sebuah bus yang akan mengangkut mereka ke Riau, dalam sebuah operasi penggagalan tindak pidana penjualan orang, Selasa (22/8).*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Jajaran Satreskrim Polres Indramayu berhasil menggagalkan upaya penjualan tiga orang perempuan muda yang salah satunya merupakan anak baru gede (ABG) asal Kabupaten Indramayu, yang akan dibawa ke Riau oleh seorang mucikari, Selasa (22/8).

Rencananya, para perempuan cantik itu akan dijadikan pekerja seks komersial (PSK) dan pemandu lagu (PL) di sebuah tempat hiburan di Riau.

Beruntung, petugas berhasil menghentikan bus yang membawa ketiga perempuan itu, di Jalan Pantura, Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Usai menghentikan bus yang membawa para wanita tersebut, petugas langsung membawa para korban berikut seorang perempuan yang diduga mucikari ke Mapolres Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin, melalui Kasat Reskrim, AKP Dadang Sudiantoro, menuturkan, penggagalan penjualan perempuan itu bermula dari informasi warga, yang mengatakan adanya pengiriman sejumlah perempuan muda menggunakan angkutan umum (bus) dari Jalan Raya Karangsinom menuju Jakarta.

Mendapat informasi tersebut, lanjut Dadang, pihaknya kemudian melakukan pengintaian di lokasi yang dicurigai. Di lapangan, jajarannya menemukan adanya aktivitas tersebut dan langsung melakukan pengejaran.

Beruntung, pihaknya berhasil mencegat bus yang membawa para korban human trafficking itu di Jalan Raya Pantura, Desa Eretan.  

"Modus yang digunakan tersangka yaitu merekrut wanita untuk dipekerjakan di perkebunan kelapa sawit di Riau. Mereka akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur di wilayah tersebut. Untuk memperlancar aksinya, pelaku memberikan iming-iming uang jutaan rupiah," kata Dadang, Selasa (22/8).

Menurut Dadang, agar calon korbannya tergiur dan mengikuti ajakannya, pelaku berinisal Ran (30),  seorang ibu rumah tangga warga Kecamatan Kroya Indramayu itu, menjanjikan bonus besar.

“Para korban diberi kasbon bervariasi mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 2 juta oleh pelaku,” ujar Dadang.  

Dadang menuturkan, para korban akan ditempatkan di sebuah kafe di aeral perkebunan sawit. Sebagai PSK, mereka akan dijajakan kepada pria hidung belang dengan tarif Rp 300 ribu per orang, untuk menemani minum, bernyani dan pelayanan lainnya.

"Ketiga korban masing masing Put, Nov dan Alis. Satu dari tiga korban usianya bahkan masih di bawah 17 tahun," ungkapnya.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, tiket bus, uang Rp 1 juta dan 2 unit telepon genggam.

"Akibat perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 2 Junto 10 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO), dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 12 tahun penjara," pungkasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...