fajarnews

Pemkab Majalengka Diminta Terbitkan Regulasi Kelestarian Lingkungan

Redaksi : Andriyana | Selasa, 22 Agustus 2017 | 01:00 WIB

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Pemerintah Kabupaten Majalengka perlu untuk membuat regulasi tentang konservasi lingkungan, dan hal itu sudah harus dipetakan mulai sekarang. Apalagi kedepan Majalengka akan mendapatkan banyak proyek infrastruktur, sehingga perlu ada rancangan dini terhadap wilayah yang masuk daerah industri serta wilayah masuk konversi.

Pemerhati lingkungan Aop Rofiki mengatakan, kedepan Kabupaten Majalengka akan menjadi daerah industri, terutama di wilayah bagian utara. Sehingga dapat dipastikan akan timbul persoalan manakala tidak ada regulasi yang mengaturnya.

“Sudah waktunya pemerintah  daerah merancang regulasi untuk tetap menjaga keseimbangan lingkungan kedepan,sehingga dampak dari perkembangan industry dapat diantisipasi,” katanya, Senin (21/8).

Menurut  Ketua Pecinta Alam Daerah Aliran Sungai ini, regulasi tentang konservasi lingkungan juga harus terus dikembangkan, dengan tujuan agar kondisi alam di wilayah Majalengka tetap terjaga dengan baik.

"Pemerintah daerah harus meningkatkan perhatian terhadap lingkungan, karena pada dasarnya salah satu dampak perkembangan industri ini kerapkali nemunculkan limbah yang bisa merusak kondisi alam." ucapnya.

Rofiki menambahkan salah satu antisipasi agar kondisi alam tidak rusak oleh limbah industri, maka pemerintah harus meningkatkan perhatian terhadap konservasi lingkungan. Kelestarian alam dan ekosistem yang ada didalamnya harus mendapat perhatian dri awal agar tidak memunculkan permasalaha lingkungan di masa mendatang.

"Meski faktnya sekarang ini kerusakan lingkungan mulai terasa gejalannya,misalnya adanya daerah yang mulai kesulitan air.Padahal beberapa tahun sebelumnya hal itu jarang sekali terjadi,”ungkapnya.

Rofiki menambahkan, sebagai bagian dari alemen masyarakat, organisasi Pencinta Alam Daerah Aliran Sungai (PEDAS) dalam turut serta menjaga kelestarian alam telah melakukan beberapa kegiatan. Kegiatan yang dilakukan diantaranya, penanaman tanaman dan penanaman ikan di aliran sungai.

“Kegiatan ini kami lakukan setiap tahun. Tahun ini sekitar tiga kuintal ikan kita budidayakan di sekitar wilayah Desa Talaga Kulon,” jelasnya. (ABR)

Loading Komentar....
loading...