fajarnews

Sumurnya Tercemar Minyak, Warga Kedokan Agung Indramayu Geruduk SPBU

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 22 Agustus 2017 | 07:45 WIB

Agus Sugianto
Warga Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu mengecek kondisi bak penampung minyak SPBU setempat yang diduga bocor dan mencemari sumur warga.*

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Ratusan warga Desa Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Senin (21/8) kemarin menggeruduk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat karena dianggap menjadi biang tercemarnya sumur warga.

Pada kesempatan itu warga meminta agar pemilik SPBU diproses karena tempat penampungan BBM diduga mengalami kebocoran, sehingga meresap dan mencemari air sumur warga.

"Sumur milik warga Desa Kedokan Agung ini tidak bisa digunakan lagi untuk kebutuhan sehari-hari karena tercemar BBM," ungkap Kani, salah satu warga setempat.

Kani pun menilai, hal tersebut akibat resapan penampung BBM milik SPBU setempat, sehingga kondisi air di sumur milik warga menjadi bau dan menyala jika dibakar dengan api, bahkan kerap menimbulkan pecikan api. "Pencemaran sumur milik warga ini terjadi sejak sepekan terakhir," ucapnya.

Dia mengatakan, kondisi sumur milik warga ini awalnya tidak ada masalah, namun semenjak adanya aktivitas di SPBU setempat membahayakan warga karena kondisinya tidak layak untuk dikonsumsi karena kondisinya bau dan mengandung minyak.

Atas alasan itu, warga pun menuntut agar pihak SPBU bertanggungjawab karena telah mencemari sumur warga. Warga juga meminta agar pihak SPBU segera mengatasi pencemaran minyak tersebut sehingga dampaknya tidak meluas kepada sumur warga yang lain.

Sementara itu, petugas kepolisian Polsek Kedokan Bunder yang datang ke lokasi kejadian segera melakukan langka-langkah preventif dengan menarik mundur warga dan menutup SPBU setempat serta memasang garis polisi untuk mengatisipasi amukan masa di lokasi kejadian.

"Kita masih mendalami terkait kasus pencemaran sumur warga ini dengan melaukan penyelidikan lebih lanjut menyusul adanya sumur warga yang tidak bisa digunakan karena karena sumber mata airnya bau dan mengandung minyak," ungkap Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin melalui Kapolsek Kedokan Bunder, IPTU Hary Subagio. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...