fajarnews

Tahun Depan Tunjangan Guru di Jabar Naik 100 Persen

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 21 Agustus 2017 | 08:45 WIB

Irgun
Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan.*

 

Fajarnews.com, BANDUNG- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menaikkan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru hingga 100 persen di tahun 2018 mendatang.

Kabar menggembirakan bagi para guru itu dikemukakan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, usai mengikuti Sidang Paripurna Peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Barat, di gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (19/8).

 "TPP guru Insya Allah tahun depan naik 100 persen," kata Ahmad Heryawan.

Pria yang akrab disapa Aher itu mengaku, untuk tahun ini TPP yang diterima guru masih di kisaran Rp 600 ribu per bulannya. 

"Meski angkanya belum sama karena uangnya tidak ada, tapi kita sudah memberikan penghargaan lebih di banding penghargaan sebelumnya yang hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Sekarang baru Rp 600 ribu, maka kita naikan menjadi Rp 1,25 juta tahun depan," katanya. 

Pada peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Jawa Barat, ada kabar baik bagi kalangan pengajar atau guru yang berada di Jawa Barat. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menaikan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi guru hingga 100 persen di tahun 2018 mendatang.

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, meski angkanya belum sama dengan yang lama, namun pihaknya telah memberikan penghargaan lebih daripada penghargaan sebelumnya yang asalnya hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu maka Pemprov Jabar akan menaikan tunjangan guru menjadi Rp 1,25 juta tahun depan.

"TPP guru Insya Allah tahun depan naik 100 persen," kata Aher usai mengikuti Sidang Paripurna di gedung DPRD Jabar Jln Diponegoro kota Bandung, Sabtu (19/8)

"Meski angkanya belum sama dengan yang lama karena uangnya tidak ada. Tapi kita sudah memberikan penghargaan lebih daripada penghargaan sebelumnya yang asalnya hanya Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu maka kita naikan menjadi Rp 1,25 juta tahun depan, sekarang baru Rp 600 ribu," tambahnya. 

Sementara itu, berkenaan dengan pembangunan, Aher menyatakan pembangunan di wilayah Provinsi Jabar belum selesai sehingga harus terus dilanjutkan dan meraih banyak prestasi oleh para pemimpin Jabar berikutnya.

“Prestasi yang kami torehkan belum seberapa dari episode besar pembangunan Jabar ke depan," ujarnya.       

Ia menuturkan, kepemimpinannya selama dua periode telah berhasil meraih 234 penghargaan di berbagai bidang prestasi pembangunan di Jabar. Namun prestasi yang diraih Jabar itu, kata dia, merupakan bagian kecil dari rencana pembangunan di Jabar kedepan dalam mewujudkan masyarakat lebih sejahtera, adil dan makmur.

“Saya pun terus berupaya menyelesaikan masa jabatan saya yang berakhir Juni 2018, kalau dilari maraton, kira-kira saya dalam posisi sprint," katanya.

Ia berharap Gubernur Jabar berikutnya dapat melanjutkan dan mengembangkan berbagai program yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya.

Pemimpin Jabar ke depan, lanjut dia, dapat menghormati program-program pembangunan yang telah dijalankan sebelumnya, karena Jabar saat ini merupakan bagian dari masa sebelumnya.       

"Saya juga sangat menghormati masa lalu, kemudian menyatakan bahwa gak mungkin ada situasi yang berkembang pada hari ini tanpa ada masa lalu yang bekerja," katanya.

Aher menambahkan, pembangunan Jabar harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat untuk mengoptimalkan pembangunan di Jabar.

Pihaknya selalu mengingatkan akan pembangunan yang mampu melestarikan lingkungan. Selain itu, pengentasan kemiskinan dan pengangguran menjadi fokus pembangunan Jawa Barat di masa yang akan datang.

"Mengapa saya sering sampaikan kemiskinan, pengangguran dan pelestarian lingkungan, karena lingkungan merupakan pemasok kehidupan. Intinya, kita harus mengedepankan pembangunan yang ramah lingkungan,"tuturnya

Menurutnya, tidak mungkin bisa memenuhi kebutuhan pokok masyarakat seperti sandang, pangan dan papan jika di wilayah Jawa Barat tidak bisa mewujudkan lingkungan yang baik.

"Coba bayangkan kalau pembangunan kita merusak lingkungan? Apa jadinya? Ya jadinya lingkungan kita tidak akan memasok kehidupan kita lagi. Kehidupan rusak gara-gara lingkungan yang rusak kan begitu,"tegasnya 

Aher menururkan, di tingkat yang paling kecil atau mikro ada yang harus diselesaikan yaitu kemiskinan dan pengangguran 

"Sudah saya sering tekankan di tingkat mikro ada yang harus diselesaikan yaitu kemiskinan dan pengangguran serta lingkungan hidup yang harus lestari,"pungkasnya. (Irgun)

Loading Komentar....
loading...