fajarnews

Dewan Ngaku Belum Tahu Konsep PGTC

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 10 Agustus 2017 | 07:25 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon sejauh ini belum mengetahui pasti  konsep rencana pembangunana Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC). Kini, infomasinya perusahaan tersebut baru mengantongi izin lokasi dan fatwa bupati saja.

DPRD pun akan segera mengkaji rencana pembangunan PGTC dengan mengundang sejumlah pihak yang terkait. Hal itu agar mengetahui secara jelas seperti apa itu PGTC, karena sejauh ini dewan mengaku hanya mendapatkan informasi dari sejumlah media akan rencana pembangunan PGTC.

Hal ini diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Cakra Suseno kepada fajarnews.com, Rabu (9/8). Menurutnya, pihaknya perlu mengkaji agar permasalahan tersebut bisa mendapatkan titik temunya.

“Kita belum tahu pasti. Nanti kita kaji konsep pembangunannya seperti apa? Apakah sesuai dengan regulasi atau tidak? Apakah memang seperti yang dikhawatirkan pedagang dan masyarakat yang gencar di media, atau seperti apa kita kaji dulu,” kata Cakra kepada, saat ditemui di DPRD Kabupaten Cirebon, Rabu (9/8).

Kajian yang akan dilakukan pihaknya kata Cakra, yakni diawali dengan memfasiltasi antara pedagang, masyarakat, pihak PGTC, serta dinas terkait untuk audiensi. Hal ini untuk memastikan konsep PGTC itu seperti apa, apakah mall atau berupa kios-kios?.

“Kita sedang cari waktu kosong untuk menjadwalkan audiensi. Karena kita juga perlu tahu PGTC itu apa, apakah nanti seperti Grage Mall, atau apa? Makanya kita akan undang semuanya,” ujarnya.

Jika hasil kajiannya nanti tidak sesuai regulasi, tambah Cakra, maka rencana pembangunan itu harus dibatalkan. Namun kalau memang sesuai aturan yang ada, artinya pembangunan itu tidak beberbenturan dengan regulasi, maka ia meminta agar pihak-pihak yang melakukan penolakan jangan sampai terus-terusan mempermasalahan kehadiran PGTC.

“Artinya, kalau memang sesuai regulasi tentunya, masyarakat sekitar maupun pemerintah daerah pun terbantu. Jangan sampai para investor yang datang malah ketakutan enggan berinvestasi di Kabupaten Cirebon padahal kehadiran mereka sudah sesuai aturan yang ada,” kata Politisi Gerindra ini.

Sementara itu anggota DPRD Kabupaten Cirebon Dapil II dari Fraksi PKB, H Sugiarto mengaku menolak kehadiran PGTC. Sebab, ia menilai dengan siteplan yang terdapat dalam brosur yang telah disebar bagian marketing sebelumnya, PGTC itu sudah seperti mal dan khawatir akan membunuh pasar yang sudah ada.

“Kekhawatiran ini yang dirasakan oleh para pedagang di Pasar Tegalgubug ini. Saya selaku anggota dewan dan juga pedagang Tegalgubug sampai kapan pun akan terus melakukan penolakan rencana pembangunan PGTC,” kata Ato sapaan akrab Sugiarto ini. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...