fajarnews

Saut Pasaribu: Rekomendasi Dulu Baru Bicara Koalisi 432

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 10 Agustus 2017 | 07:50 WIB

Winarno
Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Saut Pasaribu.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Partai Golkar, Hanura dan PPP yang diprediksikan sudah 50 persen akan berkoalisi dan mengusung Bamunas Setiawan Boediman untuk maju pada Pilwalkot 2018, kini tinggal mencari wakil wali kotanya saja. Bahkan masing-masing partai telah mengajukan satu kandidat untuk maju sebagai E2.

Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, Saut Pasaribu mengaku heran atas koalisi tersebut mengingat rekomendasi dari Golkar belum turun dan belum tentu juga Oki akan direkomendasi oleh DPP PDIP maju Pilwalkot mendatang. Sebab masih ada nama Edi Suripno yang sama-sama kuat. 

"Dari mana prosentase 50 persen koalisi 432 itu, ini terlalu siang. Padahal koalisi itu terbentuk setelah turunnya rekomendasi dan koalisi dari DPP. Ini sih rekomendasi saja belum turun sudah memastikan koalisi," kata Saut saat ditemui fajarnews.com, Rabu (9/8). 

Ia membeberkan, masing-masing partai, termasuk Golkar dan PDIP belum turun rekomendasi dari DPP masing-masing. Seharusnya koalisi itu terbangun ketika sudah ada surat rekomendasi dari DPP ke Bamunas. 

"Kalau sekadar penjajakan sih boleh-boleh saja. Tapi itu juga harus menunggu keputusan DPP, karena kita akan fatsun ketika DPP telah mengeluarkan rekomendasi termasuk soal arah koalisi," tegas dia. 

Ia menyatakan, PDIP belum tentu merekomendasikan Bamunas maju Pilwalkot kembali. Pasalnya, dirinya meyakini DPP PDIP tentu akan memperhitungkan nama Edi Suripno, karena selain memiliki survei sama tinggi dengan Bamunas dan juga telah sukses membawa PDIP meraih suara terbanyak ketika legislatif lalu. 

Ia mengkritik bahwa koalisi 432 yang sudah 50 persen yang dilontarkan Ketua DPC Partai Hanura terkesan buru-buru, dan hitungan prosentase tersebut dari mana. Pasalnya Pilwalkot masih panjang sehingga perlu penjajakan dengan sejumlah parpol agar lebih matang lagi.

"Artinya apakah kita (Golkar) akan koalisi dengan Hanura dan PPP. Itu belum tentu karena belum ada instruksi dari DPP, termasuk belum turunnya satu nama yang akan direkomendasi untuk maju Pilwalkot dari Golkar," terang dia. 

Saat disinggung apakah Golkar akan berkoalisi dengan PDIP seperti halnya di Pilgub Jawa Barat, Saut mengungkapkan ada kecenderungan Golkar berkoalisi dengan PDIP. Hal itu bisa dilihat ketika PDIP sebagai partai pemenang di Jabar mau jadi Jabar 2 (wakil gubernur) mendampingi Dedi Mulyadi. 

"Kami siap apa yang diinstruksikan dari DPP Golkar walau bagaimanapun mesin pemenangan (Bapilu) harus terus berjalan," tuturnya. 

Ia pun meminta agar Ketua DPC agar berkomunikasi dengan Bappilu soal penjajakan koalisinya. "Jangan sampai meniadakan Bappilu sebagai mesin partai," tambahnya. 

Lebih lanjut lagi, dari enam nama yang diajukan ke DPP tersebut hanya satu kandidat yang mendapatkan rekomendasi untuk maju Pilwalkot 2018 mendatang. Entah itu E1 ataupun E2, hal itu tergantung dari peta politik dan arah koalisinya ke depannya. 

"Mana yang pantas dan cocok tentukan koalisi dengan Golkar. Dan rekomendasi akan turun pada Bulan Oktober nanti," pungkasnya. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...