fajarnews

Kota Bandung Gelar World Stamp Exhibition 2017

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Jumat, 4 Agustus 2017 | 11:30 WIB

Ist/FN
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Wagub Jabar Deddy Mizwar, Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), R Soeyono beserta panitia lainnya berfoto bersama usai pembukaan World Stamp Exhibition 2017.*

Fajarnews.com, BANDUNG- Kota Bandung kembali menjadi tuan rumah penyelenggaraan World Stamp Exhibition 2017 atau Pameran Filateli Dunia, yang diselenggarakan pada 3-7 Agustus 2017. Penyelenggaraan ini merupakan kali kedua setelah 21 tahun berselang sejak Pameran Filateli Remaja Dunia pada tahun 1996.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah kebanggaan yang sangat mendalam bagi Jawa Barat, karena setelah 21 tahun berselang sejak Pameran Filateli Remaja Dunia tahun 1996, untuk kedua kalinya Kota Bandung kembali mendapat kesempatan dan kehormatan sebagai tuan rumah perhelatan terbesar komunitas filateli tingkat internasional.

Pameran ajang bergengsi yang ditunggu-tunggu para filatelis sedunia ini diikuti 370 kolektor perangko yang berasal dari 60 negara anggota Federation Internationale de Philatelie serta undangan khusus lainnya dengan 455 eksibisi yang terdiri dari sejumlah tema seperti diantaranya Traditionalstory, Postal Stationery, Aerophilately, Thematic, Youth, One Frame Exhibit, Modern, dan Literature, dengan berbagai benda pos koleksi terbaik yang dipajang pada 1937 frame. 

Deddy mengatakan, seiring dengan tema Jembatan Menuju Dunia yang Damai Melalui Perangko memiliki makna yang sangat penting dan relevan dengan kondisi dunia saat ini yang rentan gesekan antar Bangsa.

“Sehingga seluruh warga dunia, termasuk di dalamnya para filatelis, perlu berpartisipasi aktif meningkatkan rasa persahabatan antar bangsa sebagai salah satu andil untuk menciptakan perdamaian dunia," katanya di Trans Studio Convention Center Bandung, Kamis (3/8).

Pameran ini bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Barat serta Hari Jadi ke-207 Kota Bandung, sehingga penyelenggaraan eksibisi kelas dunia ini sekaligus turut mengharumkan Indonesia, Jawa Barat khususnya.

Pada sisi lain, seiring dengan terus berkembangnya teknologi komunikasi digital, hobi filateli di kalangan generasi muda menunjukkan kecenderungan yang terus menurun. “Hadirnya pameran ini sangat strategis untuk menumbuh-kembangkan kembali hobi filateli, khususnya di kalangan anak muda Indonesia," kata Deddy.

Deddy memandang, kegemaran mengoleksi dan merangkai prangko serta benda-benda pos lainnya, tidak hanya sekedar hobi, melainkan juga sarat akan berbagai aspek positif yang dapat digali dan dikembangkan, antara lain yaitu sebagai mata rantai perkembangan teknologi komunikasi di dunia, mulai dari yang sangat sederhana hingga yang paling mutakhir.

Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI), R Soeyono, mengatakan, event- event filateli sebelumnya juga pernah diselenggarakan, namun dalam skala Asia Asifik, khusus di Jawa Barat, event ini ditingkatkan lagi menjadi skala dunia.

Soeyono berharap, World Stamp Exhibition 2017 ini bisa lebih mempopulerkan kembali hobi filateli di kalangan anak muda Indonesia.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menilai, hobi filateli bernilai investasi. Sebagai benda yang bernilai History tinggi ini, tak jarang diburu kolektor dari berbagai penjuru dunia yang siap merogoh kocek dalam-dalam demi mengumpulkan benda filateli, khususnya perangko.

"Bahkan saat ini ada perangko Indonesia yang bernilai sangat tinggi, yaitu Rp 20 miliar, luar biasa," Imbuhnya. (Irwan Gunawan)

Loading Komentar....
loading...