fajarnews

Pemkab Indramayu Gelontorkan Rp 57,8 Miliar untuk Cover BPJS Warga Kurang Mampu

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 1 Agustus 2017 | 07:45 WIB

Agus Sugianto
Bupati Indramayu, Hj. Anna Sophanah memimpin Rakor Migrasi Kasep ke BPJS.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Pemerintah Kabupaten Indramayu pada tahun 2017 menggelotorkan dana sebesar Rp 57,8 miliar untuk bidang kesehatan. Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut ditujukan untuk meng-cover biaya BPJS warga yang kurang mampu di Indramayu.

“Untuk mengcover Kasep yang bersumber dari APBD setiap tahunnya pemerintah terus mengalami peningkatan anggaran. Tahun 2017 kemarin mencapai Rp 57,8 miliar,” ungkap Bupati Indramayu, Hj Anna Sophanah, Senin (31/7).

Ana pun meminta kepada seluruh jajaran Dinas kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan, rumah sakit, kecamatan, kuwu serta semua pihak yang terlibat untuk serius dalam menjalankan kegiatan ini.

"Bagi warga tidak mampu yang akan di-cover oleh APBD ini harus membayar premi kelas III untuk satu bulan pertama sebanyak jumlah anggota keluarga dengan premi per jiwa Rp 25.500,00.  Namun bagi warga yang benar-benar tidak mampu untuk membayar premi pertama, maka dapat minta bantuan ke Yayasan Gempur Gakin dan Baznas Indramayu," ungkapnya.

Dikatakan Anna, kebijakan tersebut akan berlaku efektif pada tanggal 1 Agustus 2017 hari ini. Migrasi peserta Kasep tersebut karena selama ini cakupan Kasep hanya berlaku bagi 7 rumah sakit.

Sedangkan dengan BPJS maka masyarakat akan memiliki jaminan kesehatan yang lebih baik dan bersifat universal (berlaku nasional).

"Dengan migrasi ke BPJS ini  saya berharap hasilnya bisa maksimal dan anggaran yang digunakan bisa lebih efektif karena selama menggunakan Kasep terdapat permasalahan yang harus diurai dan mendapatakan penyelesaiannya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Dr. Deden Boni Koswara menjelaskan, sistem yang akan berlangsung mulai 1 Agustus 2017 ini dalam perjalannya akan terus mengalami perbaikan sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Indramayu.  

“Sambil berjalan kita benahi, tujuan utama mengubah Kasep ke BPJS ini bisa terlaksana sehingga coverage layanan bisa berlaku secara menyeluruh, beban APBD juga tidak terlalu berat, dan operasional rumah sakit bisa berjalan lancar,” terangnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...