fajarnews

Serikat Petani Majalengka Mengadu Pada Siti Nurbaya

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Jumat, 28 Juli 2017 | 10:30 WIB

Abdurrakhman
Perwakilan Serikat Petani Majalengka dan Menteri di ruang kerjanya usai pertemuan.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Serikat Petani Majalengka (SPM) didampingi Konsorsium PembaruanAgraria (KPA)  melakukan audiensi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), di kantor Kementrian KLHK, Kamis (27/7).

Perwakilan SPM ditemui langsung oleh Mentri Siti Nurbaya Bakar di ruang kerjanya. Saat audensi, Siti Nurbaya ditemani Plt. Dirjen Planologi, Yuyu Rahayu,serta San Afri Awang, Staf ahli Mentri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Sekjen Serikat Petani Majalengka, Ilham Lahiyah dalam kesempatan itumenyampaikan beberapa persoalan yang di hadapi petaniMajalengka, terutama dalam memperjuangkan hak atas tanahnya. Hal lain yang disampaikan Ilham dalam audiensi itu adalah beberapa upaya kriminalisasi dan tindakan pungutan liar yang dilakukan oleh oknum terhadap petani penggarap.

“Kita audiensi kesana selain silaturahmi, juga menyampaikan keluh kesah petani khususnya di Majalengka yang selama ini mereka rasakan. Keluhan tersebut sudah kami sampaikan langsung pada Bu menteri,” ungkapnya.

Menanggapi pengaduan petani, Siti Nurbaya kata Ilham berjanji akan menindaklanjuti kriminalisasi terhadap petani melalui Direktur Pengaduan Pengawasan dan pengenaan sanksi administrasi.

Dalam kesempatan itu Siti Nurbaya menyampaikan Program Perhutanan Sosial yang menurutnya merupakan solusi alternatif dalam penyelesaian konflik agraria di kawasan hutan, dengan mengedepankan prinsif - prinsip kemitraan dan partisipasi masyarakat.

“Tidak hanya itu, terkait tindakan pungutan liar ibu Siti menjawab dengan tegas bahwa tindakan itu ilegal dan melawan hukum,sehingga harus ditangkap pelakuny,” ujar Ilham.

Sebelum kembali ke Majalengka tambahnya, SPM dan KPA menyerahkan data lokasi prioritas reforma agraria di Majalengka kepada Siti Nurbaya. (Abdurrakhman)

Loading Komentar....
loading...