fajarnews

Akibat Hama Wereng Hasil Panen Padi Merosot Tajam

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Jumat, 28 Juli 2017 | 07:30 WIB

Munadi
Petani diwilayah Kecamatan Ligung mengeluh akibat hama wereng hasil panennya merosot tajam.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Majalengka mengaku akibat serangan organisme penggangu tanaman (OPT) diwilayah Kecamatan Ligung menyebabkan tanaman padi tidak tumbuh masimal dan terindikasi akibat hama wereng.

Para petugas pengamat OPT pun terus melakukan pengamatan dan penyelidikan hama tersebut yang menyerang tanaman padi, hingga ke bagian akar. Pasalnya hama ini mengakibatkan produktifitas padi merosot tajam.

 “Namanya hama jelas mengganggu dan mengakibatkan kurangnya produktivitas serta kualitas terhadap padi itu sendiri. Untuk memastikan petugas kita terus mengamati hama itu,” jelas Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Majalengka, H. Taham, belum lama ini.

Namun demikian, petugas pengamat OPT yang ditempatkan masing-masing satu kecamatan satu orang ini mengindikasikan jika hama tersebut sejenis wereng. Terlebih beberapa bulan yang lalu tepatnya peralihan musim (pancaroba) intensitas hujan masih terjadi.

Taham mengaku beberapa daerah yang terserang hama tersebut diantaranya diwilayah utara Majalengka yakni Sumberjaya, Ligung, Jatitujuh dan Kertajati. Sehingga memasuki masa tanam MT III ini para petani relatif menanam palawija. Kecuali disebagian wilayah kecamatan Jatitujuh beberapa petani kembali menanam padi terutama disekitar sungai Sindupraja dan Cimanuk.

“Diwilayah Jatitujuh itu beberapa petani masih mengandalkan air dari aliran sungai bendungan rentang,” imbuhnya.

Taham mengklaim jika kondisi ini belum berpengaruh terhadap produktivitas capaian tahun ini. Pasalnya jika melihat dari angka capaian luas tanam dari target satu tahun seluas 134 ribu hektar sudah tercapai 74 ribu hektar dibulan Oktober hingga Maret dan sampai hari ini (MT II) lalu tepatnya April-Juli sudah mencapai 37 ribu hektar. 

“Artinya jika dijumlahkan kita masih memiliki hutang capaian diangka 23 ribu hektar lagi. Jumlah ini diyakini bakal tercapai karena adanya luas tambah tanam (LTT) hingga bulan September nanti,” ujarnya.

Tambahan capaian dari jumlah LTT tersebut bagi para petani dibeberapa wilayah selatan diantaranya Leuwimunding, Rajagaluh, Sindang serta wilayah Majalengka selatan lainnya.

“Diwilayah ini para petani kembali menanam padi. Artinya dalam kurun waktu tiga bulan terakhir bakal menambah sebagaimana target ditahun ini,” pungkasnya. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...