fajarnews

Sediakan Rumah Prostitusi, Pasutri Ini Digelandang Polisi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 26 Juli 2017 | 12:25 WIB

Agus Sugianto
Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin menginterogasi pasutri yang diketahui menyediakan rumah prostitusi.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Sepasang suami istri (pasutri) warga Desa Lajer, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Car (58) dan istrinya ID (43) ditangkap petugas unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Indramayu di Blok Kerang, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Selasa (25/7) Kemarin.

Pasangan ini ditangkap petugas karena memiliki rumah prostitusi (bordir) dengan menyediakan sejumlah perempuan pekerja seks komersial (PSK) dan minuman keras (miras). Akibat perbuatannya, keduanya dibawa ke Mapolres Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin didampingi Wakapolres, Kompol Ricardo Condrat Yusuf dan Kasat Reskrim AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, diamankannya pasutri ini bermula dari adanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya tempat prostitusi yang dilakukan Car dan ID.

Mendapati informasi tersebut, kata Arif, pihaknya kemudian melakukan pengecekan di lokasi dan didapati adanya praktik prostitusi yang dilakukan oleh kedua tersangka dengan menyediakan tempat dan PSK serta miras.

"Dari lokasi petugas berhasil menyita 295 kantung kondom, belasan botol miras, empat pak tisu, serta uang tunai ratusan ribu. Termasuk empat wanita yang diyakni sebagai PSK sedang menunggu tamu atau pelanggannya," ungkapnya.

Kapolres mengatakan, modus operandi pasutri itu yakni menyediakan dan mempekerjakan empat wanita sebagai PSK. Dan menjadikan rumah tempat tinggal tersangka sebagai tempat pelacuran.

Dimana, tersangka mendapatkan keuntungan dari menyewakan kamar yang digunakan oleh PSK dan tamu atau pealnggannya untuk melakukan hubungan badan dengan biaya harga sewa sebesar Rp 20 ribu hingga Rp 30 ribu. 

"Tersangka ini, bukan saja menyewakan kamar dan menyediakan PSK, namun juga menyediakan minuman keras, tisu, serta kondom," ungkapnya.

Karena perbuatannya, pasutri  ini terancam pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan karena melanggar Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP tentang menyediakan tempat untuk pelacuran dan mucikari. 

"Pengungkapan ini sebagai bentuk komitmen kami bersama stakeholder yang sudah disepakati dalam penandatanganan bersama tentang bebas penyakit masyarakat (pekat) yaitu bebas, warem, miras, geng motor, knalpot bising dan perjudian. Mari kita wujudkan Indramayu untuk terus Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera dengan menciptakan situasi yang kondusif," tandasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...