fajarnews

Petani Rugi Besar, Hasil Panen Sadon Turun Drastis

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 26 Juli 2017 | 10:15 WIB

Agus Sugianto
Arel pertanian di Indramayu. Petani mengeluh karena hasil panen sadon tahun ini turun drastis.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Para petani di Kabupaten Indramayu terpaksa mengalami kerugian besar lantaran hasil panen sadonnya menurun drastis. Mereka pun harus gigit jari lantaran tidak bisa menutupi ongkos tanam produksi dari hasil panen itu.

Penurunan hasil produksi ini disebabkan adanya serangan penyakit lendir pada areal pertanian, sehingga yang biasanya petani bisa menghasilkan 5 ton untuk lahan satu hektare sekarang hanya mendapatkan 2 ton.

Seperti yang dialami salah satu petani Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Abah.  Pihaknya mengakui di musim panen sadon ini tidak banyak mendapatkan padi karena padinya terserang penyakit kerdil rumput.

"Hasil panen musim sadon tahun ini hasilnya jauh dari harapan, bahkan rugi besar. Lahan satu hektare hanya mendapatkan sekitar 2 ton saja, padahal idealnya bisa mencapai 5 ton, untuk menutupi ongkos produksi saja gak cukup," ujarnya, Selasa (25/7).

Pihaknya berharap ke depan tidak akan terjadi lagi hal seperti ini. Padahal, di musim sadon kali ini kebutuhan air tercukupi, sehingga memberikan harapan besar kepada para petani akan peningkatan hasil produksi panen.

"Giliran air tercukupi, eh malah diserang penyakit, yang dampaknya petani tidak bisa memanen," cetusnya.

Ia pun tidak bisa membayangkan, bagaimana kerugian yang diderita oleh petani yang lahannya menyewa. Pasalnya hasil panen saat musim rendeng digunakan untuk membayar sewa, sedangkan harapan keuntungan bagi petani yaitu di musim sadon kali ini, dengan adanya penyakit tersebut yang menyebabkan hasil panen anjlok, jelas sebuah kerugian besar bagi petani.

"Semestinya, di musim ini menuai hasil panen namun yang didapat malah sebaliknya," tegasnya.

Ketua Mari Sejahterakan Petani (MSP) Indonesia, Carkaya memprediksi penurunan produksi secara merata di Indramayu pada musim tanam gadu. Dikarenakan penyakit kerdil rumput yang disebabkan oleh virus tungro, sehingga padi tidak bisa tumbuh normal.

"Untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyerangan virus di tahun depannya, saya mengharapkan adanya pengeringan dan areal tanam tidak segera ditanamkan padi," ungkapnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...