fajarnews

Pembangunan Desa Gebang Utamakan Usulan Masyarakat

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 25 Juli 2017 | 12:00 WIB

Nawawi
Sejumlah pekerja sedang melakukan penghotmikan halaman Balai Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon tahun 2017 masih menjadikan skala prioritas pembangunan pada  penghotmikan jalan gang dan jalan lingkungan serta pembangunan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).

Kuwu Desa Gebang, Do’ana menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) Gebang pada awal tahun 2016 melakukan penghotmikan jalan lingkungan desa.

Kemudian pembangunan SPAL menjadi skala prioritas sehingga pada APBDes tahun 2017 ini sengaja menggenjot untuk kegiatan tersebut.

Menurutnya, belum tercukupinya anggaran yang ada membuat pembangunan tersebut baru akan terselesaikan pada tahun anggaran 2018 mendatang.

“Kalau melihat dari RPJMDes memang hotmix jalan lingkungan desa dan SPAL menjadi skala prioritas. Tahun 2017 ini sudah mencapai sekitar 60 persen dan akan tuntas pada tahun anggaran 2018 mendatang, itupun jika dalam RPKDes tuidak ada lagi tambahan usulan,” jelas Do’ana kepada fajarnews.com, Senin (24/7).

Dijelaskannya, pada APBDes 2017 Desa Gebang dari Rp 1,53 miliar sebesar 65 persen atau sekitar Rp 996 juta dialokasikan untuk pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa, diantaranya untuk pembangunan jembatan saluran irigasi sawah 2 titik di Blok Pancen dan Blok Grogol Plaza.

Kemudian, pengaspalan jalan (hotmix) di 9 titik gang dan jalan lingkungan Desa yantg ada diseluruh dusun, pavingblock jalan gang di Dusun 04, pembangunan TPS di Blok Pelong Dusun 04, pembangunan TPT di Dusun 04, kemudian untuk pembanguna jembatan berskala di dua titik di Dusun 02 dan Dusun 04 serta penghotmikan halaman balai desa dan pembangunan tempat parker.

“Masih ada sekitar 6 titik jalan gang dan jalan lingkungan desa yang belum dilaksanakan. Serta beberapa titik pembangunan SPAL dan akan diselesaikan dalam anggaran 2018,” papar Do’ana.

Ditambahkan dia, pihaknya masih konsentrasi pada pembangunan infrastruktur yang menjadi usulan masyarakat dan menjadikannya sebagai skala prioritas pembangunan selama 3 tahun.

Pihaknya sebenarnya berharap 2017 infrastruktur selesai dan di tahun 2018 akan berkonsentrasi melakukan rehab kantor balai desa agar menjadi tempat pelayanan masyarakat yang nyaman agar bisa meningkatkan program pelayanan masyarakat agar lebih baik lagi.

Menurutnya, saat ini kondisi atap kantor balai desa sudah banyak yang rapuh sehingga dikhawatirkan ambruk secara mendadak.

“Sebenarnya ingin di tahun 2018 sudah bisa mengalokasikan rehab kantor balai desa, tetapi kita tetap ingin menyelesaikan infrastruktur jalan dan SPAL yang menjadi usulan dan keinginan masyarakat,” harapnya.

Lebih lanjut Do’ana juga memaparkan, bahwa untuk sektor pemberdayaan ekonomi masyarakat sendiri, pihaknya pada tahun ini akan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pada tahap awal akan bergerak pada bidang jasa pembayaran listrik, angsuran kredit kendaraan bermotor dan lainnya.

Dengan menggandeng perusahaan yang bergerak dibidang tersebut, kedepan BUMDes tersebut akan mengembangkannya pada sektor percetakan dan cutting.

“Secara bertahap kita akan bergerak pada bidang jasa pelayanan pembayaran listrik dan lain-lain. Tahun berikutnya jika sudah bisa berkembang dan menghasilkan untuk PAD akan kita kembangkan lagi sayap usahanya,” tambahnya. (Nawawi)

 

Loading Komentar....
loading...