fajarnews

Debit Air Irigasi Pertanian Semakin Menipis

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Kamis, 20 Juli 2017 | 12:45 WIB

Abdurrakhman
Akibat kemarau yang sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir, menyebabkan debit aiar disaluran irigasi Randegan terus menipis.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Debit air irigasi pertanian dari sejumlah sungai di Kabupaten Majalengka, terus mengalami penyusutan. Penyusutan air irigasi ini merupakan dampak dari musim kemarau yang sudah berlangsug sejak beberapa bulan terakhir.

Menurut sejumlah petani di Kecamatan Cigasong, debit air irigasi di daerahnya pada musim kemarau ini penyusutannya terlihat lebih cepat. Padahal meski berada di musim kemarau, hujan terkadang masih turun di wilayah Kecamatan Cigasong.

“ Kemarau baru berlangsung sekitar 4 bulan, dan selama itu terkadang masih ada hujan, tetapi itu seperti tidak berdampak, air di saluran irigasi cepat sekali berkurang,” ujar Soleh, petani di Desa Kuta Manggu, Rabu (19/7).

Dengan cepat menyusutnya air irigasi, kata Soleh petani tidak leluasa lagi dalam pemenuhan kebutuhan air untuk areal pertaniannya. Sistem giliran air untuk irigasi tahun ini dilakukan lebih cepat dibanding tahun sebelumnya.

“Giliran air untuk pengairan dilakukan lebih cepat, karena debit air irigasi yang mulai berkurang,” katanya.

Makmun, seorang petani di Kelurahan Cicurug, Kecamatan Majalengka mengatakan, musim kemarau yang mulai memasuki masa puncak membuat petani mulai kesulitan mendapatkan air untuk mengairi areal pertaniannya. Terus berkurangnya debit air di saluran irigasi berdampak pada ketersediaan air untuk pengairan.

Karena itu kata dia para petani didaerahnya yang saluran irigasinya berasal dari air Sungai Cijuray mulai melakukan sistem pengairan bergilir.

”Air sih sebenarnya ada, hanya saja tidak seperti biasanya atau saat musim hujan, sehingga agar semua kebagian dilakukan secara bergilir,” terangnya.

Kondisi serupa juga mulai dirasakan petani di wilayah lainnya yang menggunakan pengairan teknis. Menyusutnya air irigasi membuat mereka harus lebih menghemat dalam penggunaan. Sedangkan petani yang baru saja melakukan panen, memperhitungkan dengan matang sebelum memutuskan kembali menanam padi atau komoditi pertanian lainnya yang tidak banyak membutuhkan pengairan.

“ Dengan berkurangnya air di irigasi Randegan, usai panen ini kemungkinan tanaman akan saya ganti dulu dengan jenis sayuran, kalau kembali menanam padi nanti pengairanya kurang maksimal,”tutur Maman petani di Desa Kertasari. (Abdurrakhman)

Loading Komentar....
loading...