fajarnews

Mustofa Aqil: Sukaryadi Tak Nistakan Agama

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 09:10 WIB

Dede Kurniawan
Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Mustofa Aqil Siraj.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Pengasuh Pondok Pesantren Khas Kempek, KH Mustofa Aqil Siraj, angkat bicara terkait kasus status anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Cirebon, Sukaryadi di media sosial yang menjadi polemik dan telah dilaporkan ke polisi oleh belasan pengacara dan aktivis ormas Islam, beberapa waktu lalu.

Kiai yang belum lama ini dikukuhkan sebagai Ketua Majelis Dzikir Hubbul Wathan itu mengatakan, status yang diunggah Sukaryadi sama sekali tidak menyinggung umat Islam.

Pasalnya, penjabaran status yang diunggah Sukaryadi melalui akun bernama Sukaryadi Karyadi Wawu, "menjadi pemimpin jangan takut sama allah, apalagi takut sama UU. Kalau sy dipercaya jadi Bupati Rakyat Segalanya Bagiku" tersebut, dapat diartikan, kalau jadi pemimpin yang benar kenapa harus tahun sama Allah SWT atau undang-undang.

“Saya tahu persis, siapa Sukaryadi dan dia (Sukaryadi, red) tidak mungkin tidak takut sama Allah SWT dalam hal yang sebenarnya. Saya sendiri sudah meminta keterangan dari yang bersangkutan. Maksud dari kalimat tersebut adalah, kalau kita melakukan kebenaran kenapa musti takut, malah sebaliknya, kalau pemimpin bisa menjalankan amanah dengan baik, maka Allah SWT akan merahmati pemimpin tersebut,” kata kiai yang akrab disapa Kang Mu, saat ditemui sejumlah awak media, di kediamannya, Minggu (16/7).

Menurutnya, mencuatnya kasus status Sukaryadi hingga ke ranah hukum, diduga karena ditumpangi oleh orang-orang yang berkepentingan dan tidak suka terhadap kiprah Sukaryadi dalam dunia politik.

“Kalau penjabarannya seperti ini, yang dinista dari sisi mananya? Polisi juga jangan melakukan tindakan hukum sebelum mendapatkan legitimasi dari ahli agama. Saya secara pribadi siap kalau dimintai bantuan oleh pihak kepolisian, terkait penistaan agama atau bukan,” katanya.

Ia mengingatkan, agar tidak membawa permasalahan agama kepada ranah politik, karena situasinya akan sangat membahayakan. Mustofa berpesan kepada masyarakat Kabupaten Cirebon untuk tidak terpancing dengan isu-isu miring tentang agama.

“Kenapa saya ikut campur, karena walau bagaimanapun juga Sukaryadi adalah bagian dari keluarga besar NU, dan saya selaku orang tua wajib mengingatkan, jangan saling menyalahkan terlebih dahulu sebelum mendapatkan kebenaran nya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat Kabupaten Cirebon saling menjaga kondusifitas, karena persoalan tersebut sudah ada yang menangani, jangan sampai terbawa isu seperti halnya kasus yang terjadi di DKI Jakarta.

“Kondusifitas tetap harus terjaga, biar semuanya diserahkan kepada yang berwajib. Saya bicara dengan teman-teman media untuk kepentingan kondusifitas masyarakat,” pungkasnya.

Untuk diketahui, mencuatnya kasus status Sukayadi itu berawal dari postingan bernada kontroversial di sosial media Facebook, melalui akun bernama Sukaryadi Karyadi Wawu, "menjadi pemimpin jangan takut sama allah, apalagi takut sama UU. Kalau sy dipercaya jadi Bupati Rakyat Segalanya Bagiku."

Status tersebut, mendapat beragam tanggapan dari warganet tidak lama setelah diunggah, namun rata-rata bernada kecaman. Warganet menyayangkan status yang terkesan menunjukkan sikap bahkan ajakan untuk jangan takut sama Allah dan undang-undang.

Tidak lama setelah postingannya itu menuai banyak kecaman, Sukaryadi langsung menyampaikan permohonan maaf. Ia bahkan mendatangi NU dan MUI untuk menyampaikan langsung permohonan maafnya tersebut, sekaligus menyampaikan maksud dari statusnya itu kepada para kiai.  (Dede Kurniawan)

Loading Komentar....
loading...