fajarnews

Puluhan Warem di Pantura Kembali Dibongkar Paksa Petugas

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 10:15 WIB

Agus Sugianto
Petugas Satpol PP dengan menggunakan alat berat membongkar paksa puluhan warung remang-remang yang berdiri di sepanjang jalur Pantura Indramayu.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Puluhan warung remang-remang dan bangunan liar (bangli) di kawasan Pantura Kabupaten Indramayu dibongkar secara paksa oleh petugas.

Pembongkaran warung remang-remang ini menyusul adanya peringatan tegas dari pemerintah daerah agar pemilik segera membongkarnya.

Pembongkaran tersebut dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Kandanghaur dan Kecamatan Patrol dengan menggunakan dua alat berat (beko) yang melibatkan petugas gabungan antara kepolisian, TNI dan Satpol PP serta pemadam kebakaran.

Seperti diketahui, ada sebanyak 108 warem dan bangli di wilayah Kecamatan Patrol dan Kandanghaur yang dibongkar Pemerintah Indramayu terdiri dari 68  bangunan liar dan warung remang remang di Kecamatan Kandanghaur dan 40 bangunan di Kecamatan Patrol. 

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin melalui Kasubag Humas AKP Heriyadi mengatakan, sebanyak 203 petugas gabungan yang dilibatkan dalam pembongkaran warem dan bangli tersebut untuk melakukan pengamanan di lokasi agar berjalan aman dan kodusif.

"203 petugas ini terdiri dari 147 dari kepolisian, 40 TNI, 90 Satpol PP dan 16 pemadam kebakaran. Pelaksanaannya berlangsung aman dan lancar," ujarnya.

Dikatakannya, untuk wilayah Patrol, total yang dibersihkan sebanyak 29 warung remang-remang. Warung tersebut diketahui tetap membandel setelah diperingatkan sebelumnya. Sedangkan untuk sisanya dari pembongkaran Bulan Juni lalu.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban umum. Apalagi saat ini pemerintah daerah telah mendeklarasikan bebas penyakit masyarakat di tahun 2017," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Indramayu, H. Munjaki mengatakan, pembongkaran warem merupakan upaya pemerintah daerah agar terbebas dari penyakit masyarakat.

Hal itu sejalan dengan tujuan Kabupaten Indramayu bebas prostitusi, judi, alkohol, dan penyakit masyarakat lainnya.

Dia menambahkan, protes dalam pembongkaran merupakan hal wajar. Namun demikian, peraturan daerah mesti tetap ditegakkan demi terciptanya ketertiban di tengah masyarakat. Diharapkan dapat terwujud Kabupaten Indramayu yang lebih religius lagi. 

"Mereka sudah diberi tenggang waktu untuk membongkar bangunannya sendiri. Hanya saja hingga habis waktunya para pemilik tidak melakukan pembongkaran sendiri," pungkasnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Indramayu melalui Satpol PP telah melakukan peringatan terlebih dahulu dengan melayangkan surat.

Bahkan  pemerintah daerah pun telah memberi tenggang waktu kepada pemilik hingga 15 Juli 2017 untuk melakukan pembongkaran.

Namun hingga waktu yang telah ditentukan mereka tetap membandel, sehingga petugas terpaksa membongkar warung remang-remang. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...