fajarnews

Hama Menyerang, Ratusan Hektare Tanaman Padi di Indramayu Gagal Panen

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 07:45 WIB

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Ratusan hektare tanaman padi mengalami gagal panen akibat terkena serangan hama wereng dan hama kerdil hampa (klowor). Serangan hama tersebut hampir menyerang areal persawahan milik petani di Kabupaten Indramayu.

Seperti misalnya terjadi di Desa Cipedang, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu. Areal persawahan milik petani sekitar 50 persennya rusak dan gagal panen karena diserang hama. Para petani pun harus melakukan tanam ulang sehingga menderita kerugian yang besar.

Perihal itu pun dibenarkan salah seorang petani Kecamatan Bongas, Dalam. Menurutnya, serangan hama wereng maupun klowor ini hampir terjadi di areal persawahan Kabupaten Indramayu terutama di wilayah Indramayu Barat seperti di Kecamatan Bongas.

Pria yang juga sebagai Anggota DPRD Indramayu tersebut mengungkapkan bahwa serangan hama tersebut  berlangsung cepat dan mudah menyebar ke areal persawahan milik petani. Meski sudah dilakukan upaya pengobatan, namun tanaman padi tetap tidak bisa diselamatkan.

"Ada ratusan hektare tanaman padi milik petani yang harus ditanam ulang akibat terkena hama," ungkapnya, Minggu (16/7).

Dalam mencontohkan, serangan hama itu di antaranya menyerang tanaman padi miliknya di lahan seluas sepuluh hektare. Menurutnya, seluruh tanaman padi miliknya tersebut mati dan harus dilakukan penanaman ulang.

Padahal, tanaman padi milik Dalam sudah berumur satu bulan. Selama itu, dirinya sudah menghabiskan biaya besar untuk pengolahan lahan, penanaman, perawatan maupun pemupukan. Dia menyebutkan, biaya yang telah dikeluarkannya sekitar Rp 4 juta per hektare. "Kalau ditotal dengan petani yang lain, kerugian akibat serangan hama ini mencapai ratusan juta rupiah," ujarnya.

Dia mengatakan, para petani termasuk dirinya yang mengalami gagal panen akhirnya terpaksa harus melakukan tanam ulang pada awal Juli 2017. Hal itu pun membuat mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk modal tanam ulang.

Dalam mengakui, pelaksanaan tanam ulang itu pun diiringi kekhawatiran terulangnya kembali serangan hama wereng maupun klowor. Pasalnya, hama tersebut belum benar-benar hilang dari areal mereka.

Pihaknya pun mengaku kecewa dengan tidak adanya kepedulian dari dinas terkait terhadap serangan hama yang sangat merugikan petani. Selain tak adanya bantuan pestisida, juga tak ada sosialisasi mengenai pola tanam yang dianjurkan. "Dinas Pertanian harus turun ke lapangan. Berikan bantuan obat (pembasmi hama) dan sosialisasi," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang petani asal Kecamatan Kroya, Juroh menambahkan, meski tak sampai membuat gagal panen, namun serangan hama wereng telah membuat produktivitas tanaman padinya anjlok. Dia menyebutkan, panen yang diperolehnya hanya lima kuintal per hektare. "Padahal biasanya sekitar enam ton per hektare," ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, mengakui serangan hama wereng dan klowor telah membuat tanaman padi milik petani menjadi menurun produktivitasnya. Bahkan, adapula yang gagal panen hingga harus tanam ulang.

Sutatang menilai, maraknya serangan hama pada tanaman padi disebabkan siklus penanaman padi yang tidak terputus sejak 2016 lalu. Hal itu menyusul tingginya curah hujan yang membuat suplai air pada areal sawah tetap terjaga.

"Siklus hama pun jadi tidak terputus karena tanaman padi selalu ada. Harusnya pola tanamannya padi–padi–palawija. Jangan padi–padi-padi," pungkasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...