fajarnews

Popularitas Meningkat, Iwa Karniwa Semakin Mantap Nyalon Gubernur

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 17 Juli 2017 | 07:40 WIB

Agus Didi
Sekda Jabar Iwa Kartiwa.*

Fajarnews.com, CIREBON– Masuk dalam tiga besar hasil survei yang dilakukan oleh salah satu universitas negeri di Jawa Barat, Dr H Iwa Karniwa, S.E optimistis dan siap maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar tahun 2018 mendatang.

Survei tersebut didapat dari indikator berdasarkan pendapat masyarakat tentang popularitas dan elektabilitasnya di Jawa Barat ini.

Menurut Iwa Karniwa, survei yang dilakukan sejak tanggal 1 April 2017 itu menunjukkan bahwa dirinya masuk dalam lima besar. Kemudian pada survei berikutnya yang dilakukan sejak 22 Mei hingga 4 Juni 2017, lanjutnya, baik itu popularitas maupun elektabilitas, dirinya masuk ke rangking empat.

“Survei kedua saya masuk peringkat empat dengan tingkat popularitas dari 8,99% menjadi 13% dan elektabilitas dari 2,55% menjadi 10,4%. Informasi terakhir yang belum di-publish saya sudah masuk dalam tiga besar,” ujarnya saat ditemui fajarnews.com, Sabtu (15/7).

Naiknya peringkat tersebut, kata Iwa, diketahui pasca pendaftaran dirinya yang dilakukan pada Jum’at (7/7) lalu. Menurutnya, respon dari warga meningkat cukup signifikan setelah mengetahui bahwa dirinya mendaftarkan ke PDI Perjuangan.

“Saya kira masyarakat sudah cukup cerdas, sehingga masyarakat sudah mampu untuk menimbang, memilih dan menilai siapa yang layak untuk menjadi Gubernur Jawa Barat berikutnya dan saya Insyaallah sangat optimis,” ujar Iwa.

Pada saat penutupan pendaftaran, kata Iwa, dirinya sempat terlambat dikarenakan kesibukannya sebagai sekda. Akan tetapi, dirinya diberikan kesempatan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-Perjuangan untuk mendaftar pada Jumat (7/7).

“Alhamdulillah dikasi jadwal pada tanggal 7 Juli untuk mendaftar. Tetapi sebelumnya saya sudah menginformasikan kepada ketua DPW Provinsi Jawa Barat, sehingga dengan demikian, saya mendaftar atas restu dan doa dari Ketua DPW Jabar dan Sekjen,” jelasnya.

Pada saat pendaftaran, kata Iwa, dirinya diantar oleh 120 orang yang terdiri dari berbagai macam profesi diantaranya para ulama, nelayan, dan beberapa tokoh dari berbagai macam profesi seperti profesi dokter, perawat, dan beberapa profesi lainnya.

“Ada aturan dan peraturan, apabila nanti saya didukung oleh partai pengusung dalam hal ini PDI-P dan mendaftarkan saya kepada KPU dan KPU mengesahkan pencalonan saya, maka pada saat itu saya siap mundur jadi PNS maupun dari sekda,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Profesi Hukum Indonesia (APHI) Jawa Barat, Dr Sugianto, SH.MH, menilai bahwa H Iwa adalah figuritas atau birokrat PNS yang cukup independent, cukup mampu membawa perubahan kedepan. Menurutnya, H. Iwa merupakan figur yang cukup untuk dibanggakan.

“Saya secara kelembagaan APHI tidak ada urusan dengan sekda mau maju gubernur atau tidak. Karena APHI harus profesional, netral dan independen. Akan tetapi kalau berbicara personal manusia itu lain urusan,” pungkasnya. (Agus Didi)

Loading Komentar....
loading...