fajarnews

Kuwu Geyongan Belum Tahu Kampus ITB Bakal Dibangun di Wilayahnya

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 15 Juli 2017 | 08:55 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Institut Teknologi Bandung (ITB) Cabang Cirebon akan didirikan di wilayah Desa Geyongan dan Desa Kebonturi, Kecamatan Arjawinangun. Kampus tersebut akan menempati lahan seluas 40 hektare dan biaya mencapai Rp 75 miliar.

Terkait informasi tersebut, fajarnews.com mencoba mengklarifikasi kepada Kuwu Desa Geyongan, Kustara. Tetapi menurut kuwu, dirinya belum mengetahui secara pasti soal pembangunan perguruan tinggi yang akan dibangun di wilayahnya itu.

“Saya sudah dengar tetapi belum tahu pasti letak lokasinya di sebelah mana, karena ada yang bilang di sebelah utara tetapi ada yang bilang lagi sebelah selatan. Jadi  saya bingung pastinya lokasi yang akan dibanngun sekolah itu dimana, saya belum tahu,” katanya kepada fajarnews.com, Jumat (14/7).

Menurut dia, dirinya saat ini sudah mensosialisaikan kepada warganya terkait rencana adanya pembangunan perguruan tinggi itu, tetapi untuk letaknya belum tahu persisis berada dimana. Pihaknya terus berusaha dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk proaktif mendukung program pembangunan itu.

“Yang saya dengar sih seperti itu, nanti untuk wilayah saya mencapai 28 hektare dan untuk Desa Kebonturi mencapai 12 hektare. Tetapi untuk kepastiannya sebelah mana belum jelas,” ujarnya.

Sementara kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Cirebon, Sukma Nugraha mengatakan, penetapan pembangunan ITB Cabang Cirebon akan dibangun di Kecamatan Arjawinangun tepat lokasinya berada di Desa Geyongan dan Desa Kebonturi.

“Pembebasan lahan tahun ini harus sudah bisa diselesaikan karena lokasinya sudah ada, dan kami  juga telah melakukan komunikasi dengan pemerintahan desa setempat,” katanya. 

Dijelaskannya, sebelum penetapan lokasi, setidaknya ada tiga lokasi yang akan dijadikan pembangunan ITB Cabang Cirebon yakni di Kecamatan Ciledug, Sumber, dan Arjawinangun.

Namun berdasarkan keputusan bersama oleh tim dari berbagai instansi, tiga lokasi itu kemudian hasilnya di bawa ke BKPRD Provinsi dan ke konsultan untuk dibuatkan Feasibility Study (FS). 

Selama tiga bulan, FS itu bekerja dan akhirnya diputuskan di wilayah Kecamatan Arjawinangun, dan saat ini pihaknya sudah membentuk tim panitia pengadaan tanah.

“Untuk  FS sendiri kita sudah selesai. Yang kita lakukan sekarang adalah melakukan pendataan pemilik lahan di dua desa itu,” ujar pria yang akrab disapa Agas itu. (Adhe Hamdan)

Loading Komentar....
loading...