fajarnews

Aher Tegaskan Tidak Ada Tempat Bagi Radikalisme di Jabar

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Sabtu, 15 Juli 2017 | 11:30 WIB

Irwan Gunawan
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat berbicara dalam acara Deklarasi Anti Radikalisme di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.*

Fajarnews.com, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, tidak ada tempat bagi paham dan kegiatan radikalisme di wilayah Indonesia khususnya di wilayah Jabar.

Hal itu ditegaskannya dalam sambutannya di acara Deklarasi Anti Radikalisme di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jumat (14/7).

“Yang harus ada adalah saling menyayangi, tidak ada kekerasan dan tidak ada tempat bagi radikalisme,” ujarnya berapi-api yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ia mengapresiasi kegiatan ini yang diinisiasi oleh masyarakat perguruan tinggi di Jabar. Menurutnya jika ingin mengokohkan sendi bangsa, maka kampus harus kokoh terlebih dahulu. Sebelum anak bangsa lain kokoh, kampus harus kuat lebih dahulu.

“Kalau ada sedikit gangguan kebhinnekaan, yang kemudian merembet ke arah radikalisme, maka harus saling menyadarkan, saling merapatkan kembali,” ujarnya.
 
Sebab menurut Aher, keberagaman adalah fakta berkehidupan di Indonesia, bahkan agama menyatakan keberagaman adalah sebuah fitrah yang diberikan Tuhan. Sebab dengan keberagaman akan melahirkan persaudaraan antara bangsa.

Deklarasi Anti Radikalisme tersebut diiukui 47 Perguruan Tingi Negeri (PTN) dan Perguraun Tinggi Swasta (PTS) yang ada di Jawa Barat (Jabar).

Deklarasi diawali dengan penampilan dari Abah Iwan, alumni Unpad Bandung yang juga seorang musisi lagu balada. Iwan menampilkan beberapa lagu ciptaannya yang memberikan semangat tentang persatuan dan kebhinnekaan.

“Dahulu deklarasi melawan radikalisme pernah dilakukan di Aula Unpad ini, tahun 1965, hari ini kami ulangi. Mudah-mudahan persatuan NKRI tetap terjaga,” ujarnya.

Ia kemudian menyanyikan lagu syukur. Menurutnya lagu yang sering dinyanyikan saat upacara bendara senin pagi itu memberikan semangat untuk bersyukur atas kemerdekaan.

“Tapi saya kira itu hanya seremoni saja, seharusnya kembali dinyanyikan dengan rasa syukur yang mendalam. Kemerdekaan didapat dengan perjuangan,“ ujarnya.

Iwan juga menyatakan jika bangsa Indonesia adalah bersaudara sehingga harus saling melindungi bukan menganggap musuh. Musuh menurutnya adalah mereka yang berusaha berbuat kriminal dan merusak bangsa.

Hadir dalam deklarasi itu antara lain para rektor, Menteri Kominfo Rudiantara, Menristek Dikti M. Natsir, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan perwakilan dari BNPT. (Irwan Gunawan)

Loading Komentar....
loading...