fajarnews

Balon Wali Kota Cirebon Jangan Memasang Spanduk di Pohon

Redaksi : Iwan Surya Permana | Sabtu, 15 Juli 2017 | 11:00 WIB

Winarno
Terlihat di beberapa jalan di Kota Cirebon terpampang jelas spanduk salah satu balon wali kota dan wakil wali kota.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Cirebon, banyak spanduk kampanye dari berbagai figur bakal calon (balon) kepala daerah yang sudah mendaftar di partai politik bermunculan guna meningkatkan popularitas.

Foto dengan pose tersenyum serta terpampang nama jelas figur balon yang akan maju di Pilwalkot itu menghiasi ruas-ruas jalan di Kota Cirebon. 

Ketua Sanggar Lingkungan Hidup Cirebon, Cecep Supriatna mengaku sangat menyayangkan hal itu karena tim sukses balon kepala daerah tak memahami aturan.

Sebab, dirinya melihat tidak sedikit tim sukses balon kepala daerah memasang spanduk dengan memaku di pohon-pohon pinggir jalan Kota Cirebon. 

"Memasang spanduk di pohon dengan cara dipaku merupakan tindakan yang menyalahi aturan. Pohon itu bukan alat peraga kampanye. Seharusnya tidak memasang di situ, karena itu jelas merusak lingkungan," kata Cecep kepada fajarnews.com, Jumat (14/7).

Ia menegaskan, dengan memasang spanduk yang dipaku di pohon, hal itu sudah tidak cinta lingkungan dan menyalahi aturan.

Menurutnya, banyaknya spanduk kampanye yang terpasang di pohon tersebut berarti tidak perhatian sekaligus pengetahuan para balon kepala daerah tentang lingkungan tidak ada. 

"Cara kampanye konvensional seperti itu sangat tidak masuk dalam estetika. Kalau tidak salah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga tidak memperbolehkan pemasangan alat peraga kampanye, seperti foto di fasilitas sosial dan umum," ujar dia. 

Seharusnya, lanjut dia, para balon ini mempunyai metode kampanye yang lebih komunikatif dan inovatif selain cara konvensional seperti itu.

Sebab melalui kampanye yang komunikatif dan inovatif, maka alat peraga kampanye para balon kepala daerah tidak mengganggu fasilitas lingkungan.

"Saya berharap Satpol PP bisa menertibkan dengan segera. Sebab banyaknya alat peraga kampanye di pohon itu karena lemahnya penegakan aturan oleh pihak yang berwenang," tandasnya. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...