fajarnews

Pria Lansia Tewas Mengenaskan setelah Tersambar Kereta di Haurgeulis

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 14 Juli 2017 | 23:50 WIB

Agus Sugianto
Polisi dibantu warga mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Haurgeulis untuk dilakukan identifikasi.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Seorang pria lanjut usia (lansia) warga Desa Haurolot, Blok Buyut, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Ruslan (80) tewas mengenaskan usai ditabrak Kereta Api Mata Remaja jurusan Pasar Senen Malang saat  menyebrang rel kereta di perlintasan KM 138 Desa Haurgelis Blok Tutupan Negla, Jumat (14/7).

Peristiwa tragis itu sempat mengegerkan warga setempat terlebih sejumlah penguna jalan yang melintasi lokasi. Jasad korban oleh polisi dengan dibantu warga kemudian dievakuasi ke Puskesmas Haurgelis guna proses identifikasi.

Kapolres Indramayu, AKBP Arif Fajarudin melalui Kasubag Humas AKB Heriyadi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian guna mengetahui kejadian pastinya.

"Kami masih belum bisa menyimpulkan pastinya peristiwa tersebut, sementara ada dua saksi yang kita mintai keterangan terkait peristiwa tersebut," terangnya.

Dia mengatakan, berdsarkan keterangan di lokasi kejadian, bahwa korban meninggal ketika berusaha menyebrang rel kereta api dari arah utara ke selatan.

Namun nahas di saat korban menyebrang datang Kereta Api Mata Remaja jurusan Pasar Senen-Malang sehingga kemudian menyebabkan korban meninggal dunia.

"Dari hasil identifikasi, korban seorang karyawan swasta tinggal di Desa Haurolot Blok Buyut Rt 13/05 Kecamatan Haurgeulis," jelasnya.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka robek di kepala atas dan bawah serta tangan kanan dan lutut kaki sebelah kiri patah karena mengalami benturan keras, bahkan jasad korban pun terseret beberapa meter dari lokasi kejadian karena kerasnya benturan tersebut.

"Korban setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Haurgeulis selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke Tangerang," pungkasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...