fajarnews

Akomodasi Atlet Palajar, Pemkot Cirebon Tawarkan Kelas Olahraga

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 14 Juli 2017 | 09:40 WIB

Winarno
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, memberikan penawaran kelas olahraga dalam pertemuan orang tua atlet pelajar, yang dihadiri Bapopsi, Disdik dan KONI Kota Cirebon di Aula KONI Kota Cirebon, Kamis (13/7).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Pemerintah Kota Cirebon berupaya mencari solusi atas gagalnya puluhan atlet pelajar berprestasi mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 tingkat SLTP melalui jalur prestasi, dengan menawarkan kelas olahraga di SMPN “favorit”.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan yang digelar KONI Kota Cirebon bersama Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia (Bapopsi), Dinas Pendidikan dan para orang tua atlet pelajar dari berbagai cabang olahraga (cabor) yang telah mengharumkan nama Kota Cirebon, di Aulat KONI Kota Cirebon, Kamis (13/7)

Dalam pertemuan yang dihadiri langsung Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis itu mengemuka tawaran untuk mengakomodasi atlet pelajar berprestasi yang tidak lolos PPDB jalur prestasi, dalam satu kelas khusus. 

“Solusinya kita akan mengambil kebijakan berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional,” kata Azis, dalam pertemuan tersebut. 

Aziz mengatakan, berdasarkan undang-undang tersebut, setiap sekolah bisa membuka satu kelas khusus untuk para atlet olahraga yang berprestasi.

Aziz menegaskan, pihaknya menawarkan solusi itu karena PPDB untuk jalur prestasi sudah ditutup. Menurut Azis, nantinya atlet-atlet pelajar berprestasi tersebut, akan ditempatkan satu kelas di SMPN 4 Kota Cirebon.

 “Sebenarnya Kota Cirebon sudah membuka satu kelas khusus untuk olahraga, yaitu ada di SMPN 2 dan SMPN 4 Kota Cirebon,” tuturnya. 

Namun, dalam perkembangannya lanjut Azis, saat ini di SMPN 2 Kota Cirebon sudah tidak memungkinkan untuk adanya menambah kelas, sehingga akhirnya atlet pelajar berprestasi tersebut akan ditempatkan di SMPN 4. 

“Dengan ditempatkan di satu kelas khusus, diharapkan pembinaan terhadap pelajar yang juga berprofesi sebagai atlet akan lebih terarah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Cirebon, Wati Musilawati mengatakan,  sejak awal pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam hal penerimaan siswa baru.

Namun, karena banyaknya atlet pelajar berprestasi yang tidak diterima dalam PPDB jalur prestasi dan adanya aduan dari Bapopsi, pengcab serta para orang tua, akhirnya KONI pun turun tangan. 

“Makanya kami berusaha untuk mengakomodir para atlet dengan catatan harus membawa bukti pendaftaran dan piagam yang mereka miliki,” kata Wati, usai pertemuan.

Setelah melakukan verifikasi terhadap pelajar yang mendaftar dari jalur prestasi olahraga, menurut Wati, ternyata ada lebih dari 50 pelajar yang tergolong dalam atlet berprestasi. Mereka merupakan atlet dari beragam cabor, mulai dari karate, renang, taekwondo, bola voli, bulutangkis dan lainnya. 

“Dari sejumlah tersebut setengahnya sudah terakomodir melalui proses PPDB, namun masih ada setengahnya yang belum terakomodir atau tidak diterima,” ujarnya. 

KONI Kota Cirebon pun menginisiasi dan berkordinasi dengan Wali Kota Cirebon untuk dilakukan pertemuan dengan Bapopsi, Disdik dan para orang tua atlet. Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati untuk membuka satu kelas khusus bagi atlet-atlet berprestasi tersebut yakni kelas olahraga hanya di SMPN 4 Kota Cirebon. 

“Tapi Pemkot Cirebon dalam hal ini Wali Kota Cirebon juga menawarkan ke sekolah SMPN lain yang siap menampung yakni di SMPN 8, SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 15, SMPN 17 dan SMPN 18 Kota Cirebon,” ujarnya. 

Karena itu, pihaknya masih akan menawarkan kepada masing-masing orangtua terkait solusi tersebut. Jika nantinya orangtua setuju dan minimal 20 siswa terpenuhi untuk kelas olahraga, maka kelas khusus atlet olahraga berprestasi tersebut akan dibentuk dan ditempatkan di SMPN 4 Kota Cirebon. 

“Dari data yang masuk setelah pengumuman, maka berkurang karena ada juga yang sudah diterima dan sisanya disampaikan dalam forum,” pungkasnya. 

Untuk diketahui, kegagalan atlet pelajar berprestasi dalam PPDB jalur prestasi, karena aturan penambahan nilai ujian nasional (UN) dan keharusan adanya tanda tangan pengurus daerah dalam sertifikat atlet.

Sementara banyak di antara atlet pelajar yang nilai UN-nya kecil, sehingga dikalahkan peserta didik dari prestasi lain seperti akademik, ekstrakurikuler dan lain-lainnya. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...