fajarnews

Kebijakan Full Day School Masih Dikaji

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 10 Juli 2017 | 11:30 WIB

Irwan Gunawan
Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana member keterangan pers kepada sejumlah wartawan cetak dan elektorik.*

Fajarnews.com, BANDUNG- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mempersiapkan diri untuk penerapan full day school di beberapa sekolah yang ada di Bandung.

“Kita prinsipnya sebagai pelaksana di tingkat Kabupaten/Kota kalau sudah ada aturannya dan diperlakukan tentu kita mempersiapkan diri,”kata Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana kepada wartawan di Bandung, Minggu (9/7)

Namun, Elih mengungkapkan aturan tersebut tidak dilakukan hari ini juga karena mengingat ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. 

Menurutnya jika kebijakan full day school itu baik maka Disdik akan menawarkan konsep tersebut kepada sekolah yang sudah siap.

“Saya tegaskan aturan itu tidak serta merta harus hari ini dan harus semua. Makanya bagi Bandung kalau kajian itu dianggap baik maka kita akan menwarkan ke sekolah mana yang siap,”tuturnya.

Elih menjelaskan beberapa criteria sekolah yang layak menggunakan full day school diantaranya harus memiliki satu shift. Selain itu mempunyai infrastruktur sekolah yang memadai, juga memiliki progam ekstrakulikuler sekolah yang jelas sehingga tidak membosankan bagi para siswa.

“Sekolahnya itu makanya kita harus satu shift tidak ada shift siang karena jamnya nambah, kemudian punya estrakulikuler yang jelas sehingga dengan menambah jam pelajar tidak menimbulkan kebosanan bagi para siswa,”paparnya.

Terpenting, harus ditanya juga kesiapan orang tua yang anaknya akan mengikuti ful day school. Jika anak tersebut mendapatkan izin maka tidak ada masalah tapi jika siswa memiliki kegiatan lain yang positis usai pulang sekolah maka kebijakan tersebut harus dikaji ulang.

“Kalau orang tuanya tidak mengizinkan ya sudah jangan dilakukan misalnya kalau sore anaknya itu punya kegiatan mengaji atau sekolah agama,”tuturnya.

Hingga kini, sambung Elih, pihaknya melakukan evaluasi berdasarkan kesiapan infrastruktur sekolah termasuk dengan dukungan masyarakat. Pasalnya di beberapa sekolah swasta di Bandung sudah menerapkan sistem tersebut artinya mereka sarana dan prasarananya sudah siap, juga sudah mendapatkan dukungan dari masyarakatnya.

“Kita tidak memaksakan yang tidak siap, supaya tidak terjadi persoalan,”tegasnya.

Dia menilai, full day school ini memiliki nilai positif agar para siswa terkontrol dalam satu lokasi tetapi jangan sampai programnya memperpanjang pelajaran sehingga menimbulkan kejenuhan bagi para siswa.

“Full day School bisa berdampak positif, daripada anak-anak keluyuran mendingan di sekolah,”pungkasnya. (Irwan Gunawan)

Loading Komentar....
loading...