fajarnews

Disdik Bandung Siapkan 5.200 Kursi SMP Swasta

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Senin, 10 Juli 2017 | 08:25 WIB

Irwan Gunawan
Persolannya kini sekolah tersebut tergantung pilihan orang tua siswa. Meskipun pihak Disdik sudah menyarankan SMP swasta terdekat.*

Fajarnews.com, BANDUNG- Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, Elih Sudiapermana mengatakan dalam mensukseskan program wajib belajar 9 tahun, pihaknya menyiapkan 5.200 kursi Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta bagi lulusan Sekolah Dasar (SD) yang tidak tertampung di SMP Negeri.  

Elih mengaku, tahun ini ada sedikit perbedaan jumlah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dimana untuk tingkat SD masih banyak yang kekurangan siswa. Sedangkan untuk SMP Negeri sudah memenuhi kuota yang ditetapkan.

“Artinya kita harus mengambil diskresi dari Permendikbud. Apakah menambah jumlah rombel atau menambah jumlah orang per roumbel. Pasalnya, hal ini berkenaan dengan program wajib belajar 9 tahun. Jadi anak-anak harus melanjutkan sekolah,”tegasnya kepada wartawan di Bandung, Minggu (9/7)

“Tidak ada SMP Negeri yang kosong semua melebihi kuota artinya sisanya kita harus distribusi ke sekolah swasta,”tambahnya

Namun, diakui Elih, persolannya kini sekolah tersebut tergantung pilihan orang tua siswa. Meskipun pihak Disdik sudah menyarankan SMP swasta terdekat.

“Cuma masalahanya biasanya pilihan orang tuanya ketika memilih SMP swasta tergantung pilihannya masing-masin.

Elih menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung siap melaksanakan wajib belajar 9 tahun artinya kursi tersedia.

“Tinggal masyarakat mau menyadari apa engga mungkin dia tidak masuk ke SMP Negeri dan didistribusi ke swasta,”paparnya.

Disdik Bandung pun meminta Kepala Sekolah tiap wilayah membuat skenario sehingga nanti di pengumuman tersebut memuat bukan hanya siswa yang diterima tetapi yang tidak diterima direkomendasikan dengan sekolah swasta terdekat berdasarkan tempat tinggalnya.

“Bahwa pilihan masyarakat untuk memeilih sekolah anaknya dipersilahkan, tapi paling tidak kita meyakinkan bahwa tidak ada lagi orang mengatakan siap di tempatkan di mana saja tetapi kapasitas kursinya tidak ada,” pungkasnya. (Irwan Gunawan)

Loading Komentar....
loading...