fajarnews

Sekolah Terancam Sanksi jika Kelebihan Kuota Rombel

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 6 Juli 2017 | 12:25 WIB

Agus Sugianto
Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo.*

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu akan memberikan sanksi tegas kepada SMP yang kelebihan kuota dalam setiap rombongan belajar (rombel) pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017 ini.

“Mulai tahun ajaran baru yang akan dimulai 17 Juli 2017, setiap rombel maksimal berisi 32 siswa dan minimal 20 siswa. Penerapan aturan itu pun akan diawasi,” ungkap Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo saat ditemui fajarnews.com di sela kegiatanya, Rabu (5/7).

Dikatakannya, Dinas Pendidikan akan memberikan sanksi kepada kepala sekolah, guru dan atau tenaga kependidikan yang melanggar aturan PPDB berupa teguran tertulis, penundaan dan pengurangan hak, pembebasan tugas serta pemberhentian sementara atau tetap dari jabatannya.

Selain itu, lanjut Supardo, Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu juga akan memberikan sanksi berupa penggabungan atau penutupan sekolah kepada sekolah yang tidak dapat memenuhi ketentuan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada sekolah sebagaimana dimaksud dalam pasal 34dan 35.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai PPDB tingkat SMP di Kabupaten Indramayu, Supardo menyatakan, pelaksanaanya dibagi menjadi jalur akademik, non akademik dan afirmasi (siswa miskin).

Untuk jalur non akademik, kuotanya lima persen, jalur afirmasi 20 persen dan sisanya jalur akademik.

“Untuk PPDB tingkat SMP di Indramayu, sistemnya masih offline, belum online,” ujarnya.

Supardo menyebutkan, jumlah SMP di Kabupaten Indramayu ada 198 sekolah. Dari jumlah itu, SMP negeri mencapai 90 sekolah dan swasta 108 sekolah. Jumlah tersebut belum termasuk Madrasah Tsanawiyah (MTs)  yang kewenangannya ada di Kemenag.

Dari jumlah sekolah itu, lanjutnya, kuota rombel di SMP negeri dan swasta seluruhnya mencapai 740 rombel. Sedangkan jumlah siswanya mencapai 23.680 siswa. Setiap sekolah, akan memiliki jumlah siswa dan rombel yang berbeda-beda.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Indramayu, Jejen Jaeni Dahlan mengatakan, untuk tingkat SMA/SMK, PPDB tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, kewenangan pengelolaan SMA/SMK kini ada di provinsi. Karenanya, dalam seleksi PPDB yang menentukan adalah panitia di tingkat provinsi.

“Kami di sini hanya sebatas melakukan verifikasi berkas persyaratan. Yang menentukan diterima atau tidaknya dari provinsi,” tandasnya. (Agus Sugianto)

 

 

Loading Komentar....
loading...