fajarnews

Masyarakat Lintas Agama Ikrarkan Kesetian pada NKRI dan Pancasila

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 19 Juni 2017 | 09:40 WIB

Hasan Hidayat
Foto bersama dengan menunjukkan nota ikrar kesetiaan NKR dan Pancasila dalam acara Membumikan Islam yang Memberikan Rahmat Bagi Semua" itu digelar di depan Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan.*

Fajarnews.com, CIREBON- Masyarakat lintas agama menggelar ikrar kesetiaan NKRI dan Pancasila. Acara yang bertajuk "Membumikan Islam yang Memberikan Rahmat Bagi Semua" itu digelar di depan Masjid Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan, Sabtu (17/6). 

Dalam acara tersebut memiliki beberapa rangkai acara santunan anak yatim, bersih-bersih masjid, operasi pasar sembako murah dan bazar pakaian murah. 

Bakhlul Amal selaku ketua pelaksana mengatakan, jika acara yang digelar tersebut memiliki pesan mengenai Islam sebagai agama yang rahmatan lil'alamin mencoba untuk menampilkan dalam bentuk yang nyata, dimana Sunan Gunung Jati berpesan isun titip tajug lan fakir miskin sudah mencakup secara keseluruhan.

"Islam itu tidak bersinggungan dengan agama lain melainkan sebagai pelindung dengan panampilan yang baik agar seluruh kehidupan merasa nyaman dengan Islam," ungkapnya.

Diungkapkannya lebih lanjut, sejauh ini simbol Islam sering kali digunakan dengan sifat yang radikal. Maka dengan acara ini, pihaknya mencoba untuk memberikan kesan Islam yang sesungguhnya.

Dalam acara tersebut melibatkan beberapa kelompok komunitas dan lintas agama seperti agama Kristen, Khatolik, dan Tionghoa.

"Kami kumpulkan bersama untuk memperlihatkan wajah Islam, harapan kami selaku panitia berusaha membentuk terciptanya suasana yang teduh dan damai," pungkasnya.

Acara tersebut melahirkan tiga butir kesepakatan untuk menjaga kebhinekaan dan NKRI yang dibacakan pula secara bersama-sama serta penandatanganan oleh seluruh elemen masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Ditemui secara terpisah Roni Kusima Arta perwakilan komunitas Sunda Wiwitan menuturkan, sebagai satu elemen masyarakat yang ingin memiliki wujud kehidupan masyarakat yang baik ini sebagai bentuk motivasi dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

Dikatakannya, elemen diseluruh masyarakat berdasarkan nilai kebudayaan sebagai nilai luhur yang fundamental yang menjadi filsafah dalam kehidupan masyarakat.

"Secara prinsip sudah menegaskan sikap tentang kehidupan yang damai dan mendukung kebhinekaan oleh pihak kami," ujarnya.

Cirebon Membuka Mata

Sebelumnya di tempat yang sama, sejumlah pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Kota Cirebon menggelar “Cirebon Membuka Mata”.

Ketua panitia kegiatan, Jili Maulana Malik menjelaskan, acara tersebut merupakan perpaduan antara kegiatan sosial, budaya dan nasionalisme. Hal itu, lanjutnya, dimaksudkan untuk anak muda agar bersama-sama menyadari kalau ancaman radikalisme itu sudah semakin dekat ke Indonesia.

“Oleh karena itu, kami sebagai pemuda Islam dan pemuda Indonesia berpikir bahwa itu adalah tanggung jawab kita. Tujuannya, kita harus terus menjaga keutuhan NKRI dengan cara mengadakan kegitan sosial-budaya ini,” jelasnya saat ditemui fajarnews.com di sela acara tersebut, Sabtu (17/6).

Menurut Malik, acara tersebut merupakan kegiatan tahunan di bulan Ramadhan dan acara ini merupakan baru kali kedua yang dilaksanakan bersama para pemuda lainnya.

“Hal tersebut merupakan benteng utama dari keutuhan bangsa dan masyarakat Indonesia yang dibentuk oleh budaya-budaya yang sudah ada sejak dulu. Oleh karena untuk menjaga keutuhan bangsa ini kita namakan acara tersebut dengan Membumikan Islam bertema Cirebon Membuka Mata,” jelasnya.

Rangkaian acaranya, jelas Malik, berupa santunan untuk 100 anak yatim, penampilan musikal, bukber 100 makanan di bagikan kepada yang membutuhkan. Pada malam harinya, ia lanjutkan dengan adanya penampilan seni tari dari Sanggar Sekarpandan dan juga ada pembicara yang membahas tentang tembang Macapat.

“Harapannya adalah kita kembalikan ke tujuan dari acara ini, yaitu kepada masyarakat dan juga pemuda untuk terbuka dan bangkit dalam berbagi, menjaga budaya dan menjaga keutuhan NKRI yang beraneka ragam,” pungkasnya. (Hasan/Agus Didi)

Loading Komentar....
loading...