fajarnews

Di Kampung Nelayan Ini, Genjring Jadi Media Syiar Islam

Redaksi : Iwan Surya Permana | Senin, 19 Juni 2017 | 08:15 WIB

Ilustrasi
-

Fajarnews.com, CIREBON- Genjring merupakan kesenian yang tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia, khususnya Kota Cirebon. Pasalnya, berdasarkan sejarahnya, genjring merupakan kesenian yang sering digunakan sebagai salah satu media dakwah untuk menyiarkan Agama Islam di kota wali ini.

Dengan semakin berkembangnya zaman, keberadaan genjring sekarang ini semakin jarang diperhatikan oleh masyarakat. Disamping memang persaingan global mengenai musik-musik modern yang sering didengar oleh para anak muda, kesenian genjring pun semakin asing untuk didengar.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kejaksan sekaligus pendiri Majelis Tawasul Samadikun, Wahyu Nurohim, S.Pd.I, membenarkan atas hal tersebut.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah sejak lama terjadi di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon yang kebanyakan adalah masyarakat nelayan yang terkenal kasar dan keras.

“Oleh karena itu, melalui Majelis Tawasul Samadikun, kami sekarang sudah punya grup genjring. Meskipun saya sudah berliku-liku mendirikan group genjring dan sempat vakum sangat lama. Akan tetapi pada tahun 2011, kami bangun lagi dan terbentuklah grup genjring lagi yang sekarang sudah sampai pada generasi ketiga,” jelasnya, akhir pekan kemarin.

Pada awalnya, kegiatan dari Majelis Tawasul Samadikun, kata Wahyu, hanya pembacaan Shalawat Nabi, Zikir Rotib Al Haddad dan ceramah singkat saja. Akan tetapi, lanjutnya, karena didominasi oleh kegiatan pembacaan shalawat maka ia bubuhi kegiatan shalawat tersebut dengan genjring.

“Itu bertujuan agar dapat menarik masyarakat untuk lebih mendengarkan pembacaan shalawat yang kami tujukan sebagai syiar Islam. Selain itu juga genjring sebagai media untuk mengajak para pemuda untuk menyebarkan agama Islam di kampung nelayan ini,” jelasnya.

Kegiatan genjring tersebut, kata Wahyu, sering dilakukan oleh pihaknya di Masjid Irsyadul Ula, salah satu masjid tertua dan yang pertama di jalan Samadikun, Kelurahan Kesenden, Kota Cirebon. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan para pemuda untuk bersama-sama menyebarkan ajaran Islam.

“Saya berharap, dengan adanya grup genjring kami, genjring akan semakin familiar di telinga masyarakat lingkungan kami dan mereka dapat terus memotivasi putra putrinya untuk ikut serta dalam kegiatan positif seperti genjring ini,” pungkasnya. (Agus Didi)

 

Loading Komentar....
loading...