fajarnews

Kemendag Turun Tangan Gelar Operasi Pasar Bawang Putih di Kota Cirebon

Redaksi : Andriyana | Minggu, 18 Juni 2017 | 23:38 WIB

HASAN
Petugas menurunkan bawang putih dari truk untuk ditimbang dan dijual ke pedagang di Pasar Jagasatru, Minggu (18/6).

Fajarnews.com, CIREBON - Guna menstabilisasikan harga komoditas bawang putih yang saat ini dianggap mengalami kenaikan yang cukup signifikan, Kementerian Perdagangan langsung turun tangan. Mereka melakukan operasi pasar (OP) bawang putih di tiga titik pasar tradisional di Kota Cirebon, seperti halnya Pasar Jagasatru, Minggu (18/6). 

Bawang putih yang telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari peraturan Menteri Perdagangan yaitu Rp30 ribu. Karena itu Kementerian Pedagangan mencoba untuk menstabilisasikan harga di 3 titik pasar di Kota Cirebon yaitu di Pasar Jagasatru, Kanoman dan Pasar pagi.

“Untuk Pasar Kanoman dan Pasar Pagi akan kami lakukan operasi pasar pada jam 2 pagi nanti,” ungkap Kharisma Budi petugas lapangan operasi pasar Kementerian Perdagangan.

Dijelaskannya, untuk harga yang dilepas kepada pedagang pada operasi pasar tersebut yaitu Rp13.750/kg, sedangkan untuk harga eceran sendiri dilepas harga Rp.15.000/kg.

Lanjut dia, untuk di Pasar Jagasatru pihaknya menyiapkan 6 ton bawang putih dan didua pasar lainnya masing-masing disiapkan sebanyak 1,5 ton bawang putih. “Diharapkan untuk seluruh pedagang rata-rata mendapatkan secara keseluruhan,” ujarnya.

Menurutnya, kelanjutan dari kegiatan operasi pasar itu maka pihaknya akan mengecek progres perkembangan harga bawang putih kedepannya. Diharapkan penekanan harga pasar khusunya bawang putih bisa mencapai H-3 lebaran dimana tingkat daya masyarakat menjelang lebaran akan meningkat.

Setiap pedagang kata dia, dibatasi hanya mendapatkan jatah sebanyak 2 kwintal yang sudah disesuaikan dengan data jumlah pedagang di Pasar Jagasatru

“Kami harap pedagang bisa menjual bawang putih di bawah Rp20.000 meskipun sebelum kami melajukan operasi pasar ini sudah ada beberapa pedangan menjual harga bawang putih diangka Rp 28.000 dibawah HET yang sudah ditetapkan dalam peraturan Menteri Perdagangan. Diperkirakan di pasar induk tersebut sebanyak 1 kwintal dalam jangka waktu dua hari akan habis dan itu sepertinya akan pas pada harapan kami,” tandasnya.

M. HASAN HIDAYAT

Loading Komentar....
loading...