fajarnews

Partai Demokrat On Fire Lawan PDIP

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 19 Mei 2017 | 07:15 WIB

Winarno
Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Handarujari Kalamullah.*

Fajarnews.com, CIREBON- Tantangan PDIP untuk menghadang petahana dengan rencana berkoalisi bersama sejumlah partai, ditanggapi Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Cirebon, Handarujari Kalamullah.

Handarujari menegaskan, Partai Demokrat telah siap dan on fire melawan PDIP pada Pilwalkot Serentak 2018 mendatang. Ia mengklaim, pihaknya sudah berkomunkasi secara intens dengan Partai Gerindra, PKS dan PKB. 

"Mari berkompetisi pada Pilwalkot nanti secara cerdas dan santun. Karena kami pun sudah membangun koalisi dengan tiga partai dan tak menutup kemungkinan akan ada partai lain yang bergabung mengusung petahana," kata Andruw, sapaan akrab Handarujari Kalamullah saat ditemui fajarnews.com di DPRD Kota Cirebon, Kamis (18/5).

Saat ini pihaknya mengaku proses komunikasi tiga partai tersebut sudah ada tahapan kesepakatan pada Pilwalkot nanti. Dari kesepakatan tersebut, empat poros (Demokrat, Gerindra, PKB dan PKS) yang akan mengadakan survei popularitas dan elektabilitas terlebih dahulu.

"Empat poros telah sepakat akan mendatangkan lembaga survei awal yang kredibel setelah lebaran dan akan dilihat siapa survei yang tertinggi nanti akan diusung jadi calon wali kota dan wakilnya," terang dia. 

Saat dikonfirmasi sejauhmana kans petahana, dirinya meyakini petahana masih memiliki popularitas yang cukup bagus dan tak menutup kemungkinan akan diusung pada Pilwalkot nanti. Pasalnya, kata  Andru, selain masih menjabat wali kota, Nasidin Aziz juga masih menjabat Ketua DPC Partai Demokrat. 

"Namun hal tersebut berdasarkan survei sejauhmana survei popularitas, elektabilitas dan lain-lainnya," ujarnya. 

Lebih lanjut Andruw mengatakan, dari empat partai tersebut nantinya akan dilakukan tiga survei, yaitu survei awal, menjelang pencalonan dan sudah pencalonan. Hal itu, imbuhnya,  untuk mengetahui perkembangan popularitas dan elektabilitasnya.

Ia menegaskan, empat partai ini akan berembuk siapa yang akan dipakai untuk maju pada Pilwalkot nanti dan hal itu akan diputuskan bersama, termasuk menentukan wakilnya.

Terkait komunikasi Partai Nasdem, Andruw jelaskan, saat ini Partai Nasdem belum bersikap, sebab Nasdem mempunyai jagoan dan tentu mempunyai mekanismenya sendiri dan tak menutup kemungkinan kedepan bisa saja akan berkoalisi.

"Saya kira semua mempunyai porsi yang sama tergantung hasil surveinya seperti apa," tutupnya. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...