fajarnews

Bakti TNI KB Kes Gelar Pelayanan KB MO Terpusat

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 19 Mei 2017 | 12:00 WIB

Suhanan
Peserta KB MOW yang telah dilayani didorong dengan menaiki kursi roda oleh para petugas dari Koramil dan penyuluh KB.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Momentum Bakti  TNI KB Kesehatan Tahun 2017, sebagai gebrakan awal untuk mencapai PPM semester pertama, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cirebon bekerjasama dengan Kodim 0620 Cirebon, Perwakilan BKKBN Jawa Barat dan Rumah Sakit Universitas Muhamadiyah Cirebon (UMC) melakukan pelayanan KB Terpusat Metoda Operasi Wanita  (tubektomi) dan Metoda Operasi Pria (vasektomi), Kamis (18/5).

Kegiatan pelayanan dipusatkan di Rumah Sakit UMC Mertapada Astanajapura Cirebon dengan nominasi calon 120 orang. Turut hadir dalam acara tersebut  Pasi Bhakti TNI KB Kes Mayor Arh Subandi dari Korem 063/SGJ, Kepala DPPKBP3A H. Supadi Priyatna, Pasiter Kapten Arh Sudaryanto dari Kodim 0620 Cirebon, para Danramil, Kepala UPT DPPKBP3A, Penyuluh KB (PLKB/PKB), Tenaga Penggerak Desa (TPD), Motekar, Pos KB, Sub Pos KB, dan Kader KB se-Kabupaten Cirebon.

Pasi Bhakti TNI KB Kes Mayor Arh Subandi  dari Korem 063/SGJ didampingi Kepala BPPKBP3A Kabupaten Cirebon dan Pasiter Kodim 0620 mengatakan bahwa Bhakti TNI secara khusus diartikan sebagai pelibatan TNI untuk menunjang pembangunan dan pelaksanaan pemerintahan  tanpa mengabaikan kewaspadaan dan kesiagaan terhadap pertahanan keamanan nasional.

“Operasi bakti adalah partisipasi TNI  dalam rangka pemberdayaan wilayah dengan memanfaatkan tenaga, dan sumber daya dalam Bakti TNI, yang salah satu kegiatannya adalah pelayanan KB, yang dilakukan pada Kamis (18/5) lalu,” ungkap Subandi.

Pada kesempatan itu, Dr. Alex Chandra, Sp. OG dari Rumah Sakit TNI AU Dr. Salamun Bandung menjelaskan bahwa pelayanan KB MOW dengan teknik alat laparoscopy memiliki risiko yang amat kecil (minimal impasif).

“Disamping bentuk operasinya yang sederhana dengan sayatan di bawah pusar hanya sekitar satu centimeter, juga tidak perlu rawat inap (dapat langsung pulang), dan tidak ada luka akibat sayatan di dalam perut karena menggunakan tubal ring,” jelas Alex.

Menurutnya bahwa ibu dari pasangan usia subur yang hendak mengikuti pelayanan KB MOW, disamping kondisi tubuhnya harus sehat, ada surat izin suami, sukarela, dan telah dilakukan konseling, juga dapat menggunakan rumus: umur ibu kali jumlah anak sama dengan 100.

Artinya, umur atau usia  si ibu dikalikan dengan jumlah anak yang dimiliki oleh si ibu tersebut jumlahnya paling tidak harus 100. 

“Jika usia ibu baru 35 tahun dan jumlah anaknya 2 orang, maka si ibu tersebut belum boleh mengikuti pelayanan KB MOW, karena jumlah hasil pengaliannya baru mencapai 70, belum mencapai 100. Oleh karena itu, si
ibu yang usianya 35 tahun yang mau mengikuti pelayanan KB MOW, jumlah anaknya paling tidak harus 3 orang,” bebernya.

Sementara itu Kepala DPPKBP3A melalui Kasi AKSI (Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi) Drs. Husein Fauzan, MM menambahkan bahwa pelayanan KB MO diawali dengan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dan konseling, kemudian para peserta mendaftarkan diri sambil dilakukan tensi dan timbang badan.

Kemudian, kata Husaein, pemeriksaan darah dan air seni, mengisi form concern, selanjutnya menunggu di ruangan tunggu operasi yang telah disiapkan, dan setelah sekitar 4 menit dilakukan pelayanan KB, para peserta dibawa ke ruang pemulihan yang sudah disiapkan, dan diberi obat secukupnya, untuk selanjutnya diantar pulang ke rumah
masing-masing oleh para pendamping. ”Pelayanannya cukup singkat, dan hanya operasi kecil saja,” kata Fauzan.

Lebih jauh diungkapkan Fauzan bahwa minat para Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Cirebon terhadap kontrasepsi MOP dan MOW masih relatif cukup tinggi, terbukti hasil pelayanan KB diperoleh 110 peserta, terdiri dari 102 MOW dan 8 MOP.

Dengan demikian, maka DPPKBP3A Kabupaten Cirebon menjalin kerja sama dengan berbagai pihak
dalam memberikan kesempatan (fasilitasi) kepada masyarakat terutama PUS yang ada di Kabupaten Cirebon. (Suhanan)

Loading Komentar....
loading...