fajarnews

Honor Kecil, Panitia Pilkades Ngeluh

Redaksi : Iwan Surya Permana | Jumat, 19 Mei 2017 | 12:45 WIB

Munadi
Komisi 1 DPRD Kabupaten Majalengka melakukan dengar pendapat dengan para panitia pilkades di aula Kecamatan Ligung.*

Fajarnews.com, MAJALENGKA- Kunjungan kerja (kunker) anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Majalengka, ke Kecamatan ligung dihujani berbagai keluhan terkait pilkades, Kamis (18/5).

Dari mulai keluhan honor yang terlalu kecil sampai kepada swadaya masyarakat yang tidak terlalu tinggi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ligung Yoyo, unsur muspika lainnya serta seluruh panitia Pilkades dari kelima desa yakni Desa Kodasari, Lewenghapit, Ligung, Beber dan  Desa Buntu.

Ketua Komisi 1, Dede Aif Mustofa di hadapan panitia pilkades menjelaskan, pemilihan kepala desa yang nanti di gelar serentak pada 15 Juli yang akan datang adalah momen demokrasi di tingkat desa. Dari itu pihaknya berharap panitia Pilkades harus bisa menjalankan tugas mulia itu sebaik mungkin.

Disamping itu pula panitia pilkades harus bebas dari kepentingan apapun. Panitia Pilkades harus benar-benar netral.

"Jangan sampai muncul permasalah setelah selesai pilkades. Pengalaman tahun-tahun sebelumnnya seperti panitia Pilkades di gugat oleh calon kades sampai ke MA, diharap kali ini tidak akan terjadi. Syaratnya panitia harus netral dan jalankan sesuai peraturan yang ada," tegas Dede Aif.

Sementara itu Ketua Panitia Pilkades Ligung, Oma menyampaikan agar pemkab harus bijak dalam melihat kebutuhan panitia. Jangan sampai swadaya dari masyarakat dibatasi, sementara dari sisi lain Pemkab Majalengka belum bisa memenuhinya.

"Bayangkan saja anggota panitia hanya diberi honor per harinya Rp10.000, uang tersebut untuk membeli rokok saja hanya dapat 1 bungkus itu juga masih kurang. Sementara pekerjaan begitu berat. Dari itu saya berharap kepada para anggota DPRD yang sekarang hadir agar mendengar keluhan kami," pinta oma, dalam pertanyaannya.

Sementara itu, Camat Yoyo selaku pembina wilayah menyarankan agar panitia Pilkades harus benar-benar menganggarkan seevisien mungkin. Hindari anggaran yang sifatnya membengkak dan memberatkan.

"Pilkades ini hajat masyarakat desa, sebaiknya masyarakat sendiri harus ikut berpartisipasi agar tugas panitia ringan," ujar Yoyo.

Namun dari semua dinamika yang timbul pascapenutupan pendaftaran, kondisi ke lima desa yang akan menggelar pesta demokrasi semunya relatif aman. Tidak ada hal-hal yang sekiranya membuat gaduh.

"Anget anget jahe mah, masih wajar manakala menjelang Pilkades," ujar Camat Yoyo. (Munadi)

Loading Komentar....
loading...