fajarnews

Diintimidasi, Warga Kampung Baru Lapor Polisi

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 18 Mei 2017 | 09:25 WIB

Agus Didi
Warga warga Kampung Baru, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon didampingi Tim Advokasi LKBH melaporkan intimidasi pemilik RPA ke Polres Kota Cirebon, Rabu (17/5).*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Aksi penutupan paksa rumah pemotongan ayam (RPA) di Kampung Baru, Kelurahan Kesenden, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, beberapa hari lalu, berbuntut adanya intimidasi yang diterima warga setempat oleh keluarga pemilik RPA.

Menyikapi hal tersebut, perwakilan warga dengan didampingi Forum Diskusi Mahasiswa (Fordisma)45 melakukan pelaporan ke Polres Cirebon Kota.

Tim Advokasi warga dari Advokat LKBH, Burhan Muzafar mengatakan, ada beberapa warga yang mendapatkan intimidasi. Menurutnya, intimidasi terebut dilakukan salah seorang anggota keluarga pemilik RPA.

“Harusnya mereka pemilik RPA itu mengayomi masyarakat dan melakukan perlindungan, tetapi ini malah sebaliknya,” kata Burhan, saat ditemui fajarnews.com di Markas Polres Ciko, Rabu, (17/5).

Sementara itu, salah seorang warga yang menjadi korban intimidasi, Agus, membenarkan dirinya telah mendapatkan intimidasi pada Selasa (16/5) sekitar pukul 21.00 WIB, melalui ucapan bernada ancaman.

“Waktu itu ketemu diwarung, ada dua orang ngomong suruh jangan ikut-ikutan demo, nanti urusan sama polisi dan pengadilan,” ujar Agus menirukan ucapan pihak yang mengintimidasinya.

Anggota tim advokasi lainnya, Alip Rahman menyampaikan, keberadaan RPA yang berada di sekitar warga Kesenden tersebut telah menyalahi aturan.

“RPA itu jelas menyalahi aturan, dari mulai UU Lingkungan Hidup, RTRW, Peraturan Menteri dan yang lainnya. Banyak sekali aturan-aturan yang dilanggar RPA,” katanya.

Alip mengatakan, keterlibatan pihaknya untuk mendampingi dan melakukan pengawalan kepada warga yang telah menjadi korban dari keberadaan RPA tersebut. Selain itu, Alip juga membenarkan bahwa setelah melakukan penutupan, ada beberapa warga yang telah mendapatkan ancaman dari pihak RPA.

Menurut Alip, pelaporan RPA juga dibarengi dengan pelaporan intimidasi yang dilakukan salah seorang keluarga pemilik RPA. “Tadi sudah kita laporkan. Untuk laporan adanya intimidasi,polisi akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu,” pungkasnya. (Agus Didi)

Loading Komentar....
loading...