fajarnews

Peran Wanita Harus Dikembangkan di Semua Bidang

Redaksi : Fatianto Fadhillah | Kamis, 18 Mei 2017 | 14:05 WIB

IRWAN GUNAWAN
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan sambuntan acara Rakernas Dharma Wanita Persatuan (DWP) 2017, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung

Fajarnews.com, BANDUNG- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dharma Wanita Persatuan (DWP) tahun 2017, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Bandung, Rabu (17/5).

Pria yang akrab disapa Aher ini mengatakan, tak diragukan lagi bahwa wanita adalah separuh dari bangsa ini. Oleh karena itu, peranan wanita dalam kehidupan adalah suatu hal yang pasti juga strategis.

“Tinggal persoalannya adalah kaum wanita itu sendiri harus berdaya. Semua pihak harus mendorong kaum wanita untuk mengambil peran, atau kontribusinya dalam pembangunan, yang hasil pembangunan itu nantinya dapat dinikmati oleh semua pihak,” katanya.

Menurutnya, Rakernas DWP hari ini menjadi sangat strategis, karena kaum wanita juga dituntut untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya dalam bidang apapun. Contohnya saja pada Rakernas hari ini ditandatangani Nota kesepahaman (MoU) antara Dharma Wanita Persatuan dan Kementerian KUKM.

Kerjasama ini kata Aher, diharapkan dapat menstimulus para wanita, khususnya anggota DWP agar dapat produktif dan kreatif. Sebab, Dharma Wanita memang sepatutnya harus memiliki program konkret, sekecil apapun program tersebut harus mampu diejawantahkan dalam kegiatan nyata.

Tak kalah penting, ungkap Aher, Dharma Wanita, atau organisasi kemasyarakatan yang mewadahi aspirasi para istri Aparatur Sipil Negara (ASN) ini, punya kekuatan moral yang kuat. Para wanita dapat menjadi penasehat moral terdekat para suaminya yang menjadi aparatur khususnya untuk menghindarkan mereka dari penyelewengan dalam melaksanakan tugasnya.

Ketua Umum DWP, Wien Ritola Tasmaya mengatakan, Dharma Wanita Persatuan merupakan Organisasi kemasyarakatan yang membina istri ASN, DWP juga merupakan organisasi netral secara politik, namun tetap demokratis.

“Dari tingkat pusat hingga kelurahan, DWP merupakan kekuatan yang patut diperhitungkan. Dimana seorang istri mendampingi aparatur pemerintah mengabdi pada bangsa negara,” katanya.

Wien melanjutkan, istri pegawai aparatur negara sebagai pendamping suami, harus mampu meningkatkan pemberdayaan dirinya mengahadapi tuntutan kehidupan. Serta dapat menjadi contoh atau panutan bagi masyarakat sebagai abdi negara yang andal.

Ia juga menyatakan, wanita bisa berkiprah dalam pembangunan bangsa, yang diawali dengan tekad mengembangkan organisasi menjadi modern dan profesional.

Rencana strategis DWP yang ditetapkan pada Musyawarah Nasional (Munas) III tahun 2014, dimana berdasarkan RPJMN 2015- 2019 Jokowi -JK, diharapkan DWP  berhasil menjadi 'center of excellence,' meningkatkan peranan perempuan dalam membina keluarga, dan mampu berkiprah dalam peranan publik.

Sementara pada Rakernas kali ini, ditujukan untuk mengintensifkan program kerja kegiatan, menyusun program prioritas kebijakan. (Irwan Gunawan)

Loading Komentar....
loading...