fajarnews

Eksekutif dan Legislatif Dianggap Tak Serius Pikirkan Aturan Pilwu Serentak

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 18 Mei 2017 | 07:25 WIB

 

Fajarnews.com, CIREBON- Para kuwu di wilayah Barat sangat menyayangkan sikap dari eksekutif dan legeslatif yang sampai saat ini terkesan lamban. Terutama dalam membahas Perda No 2 Tahun 2016 dan Perbup tentang pemerintahan desa dan BPD.

Padahal, semua itu di dalamnya mengatur tentang pemilihan kuwu (Pilwu), dan hanya beberapa bulan lagi Kabupaten Cirebon akan melaksanakan pemiluhan kuwu secara serentak. Tetapi, sampai saat ini tidak ada payung hukumnya karena kedua aturan itu belum jelas.

“Di Kabupaten Cirebon pada bulan Oktober 2017 mendatang beberapa desa akan melaksanakn Pilwu serentak, tetapi sampai saat ini belum ada aturannya payung hukum yang mengatur tentang itu. Apakah masih menggunkan yang dulu tetapi tidak sesuai dengan undang-undang desa saat ini,” terang Kuwu Wargabinangun, Sobari kepada fajarnews.com, di kantornya, Rabu (17/5).

Menurt Sobari, sampai saat ini pemerintah daerah belum pernah melakukan sosialisasi tentang pilwu, padahal beberapa desa pada tahun 2017 ini pada bulan Oktober mendatang akan melaksanakan pilwu serentak, tetapi belum memiliki payung hukumnya.

“Apa ingin pelaksanaan pilwu serentak di Kabupaten Cirebon jadi amburadul karena tidak ada payung hukumnya. Kenapa eksekkutif dan legeslatif tidak memikirkan itu, padahal waktunya tinggal menunggu beberapa bulan saja,” tegasnya.

Harusnya kata dia, para pemangku kebijakan memikirkan hal itu, karena untuk dearah lain seperti Majalengka dan Indramayu sudah siap dengan perda dan perbub tentang itu.

Tetapi Kabupaten Cirebon sampai saat ini belum ada, kalau menggunakan yang dulu masih tidak sesuai karena didalam unbdang-undang desa tahun 2014 tahun calon kuwu tidak harus penduduk setempat yang saat ini sedang di ujimaterikan di MK.

“Harusnya pemerintah daerah dan DPRD jangan hanya memikirkan pilkada dengan pemilhan bupati, yang waktunya masih sangat lama. Tetapi untuk pilwu serentak yang sudah di depan mata tidak diperhatikan, semua sibuk dengan calon bupati yang diusungnya,” pungkasnya. (Adhe Hamdan)

Loading Komentar....
loading...