fajarnews

Jalan Desa Cipakem Rusak Parah, Kades Salahkan Warga

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 18 Mei 2017 | 10:45 WIB

Sopandi
Kondisi jalan di Desa Cipakem Kecamatan Maleber tak ubahnya sawah yang selesai dibajak. Kondisi ini menghambat lancarnya transportasi masyarakat.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Pembangunan pemerintah di bidang infrastruktur jalan belum dirasakan sepenuhnya oleh seluruh warga Kabupaten Kuningan. Sejumlah daerah masih belum bisa menikmati mulusnya jalan sebagai sarana transportasi dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Seperti terjadi di Desa Cipakem Kecamatan Maleber. Jalan desa yang menghubungkan antar dusun di desa itu, masih sangat menghawatirkan. Sampai saat ini, kondisi jalan dengan lebar kurang lebih dua setengah meter itu tak ubahnya seperti sebidang sawah yang baru saja dibajak dan siap ditanami padi.

“Kondisi seperti ini belum seberapa, karena sekarang sudah masuk musim kemarau. Kalau musim hujan lebih parah lagi,” kata Sahri (24), salah satu warga saat dikonfirmasi fajarnews.com, Rabu (17/5)

Menurutnya, pernah dilakukan pengerasan jalan dan pengaspalan tetapi tidak bertahan lama. Setelah melewati beberapa musim hujan, kondisi jalan kembali gembur seolah tidak ada bekas pengerasan.

Adapun sisa batu-batuan sepanjang jalan tersebut, sekarang terendam air dan seringkali mengganggu pemotor yang melewati jalan tersebut.

“Setiap pagi, puluhan anak SD, MTs dan SMK di Cipakem melewati jalan ini. Bahkan ada di antara anak yang sekolah di Maleber dan Luragung juga,” tuturnya.

Menurutnya, puluhan siswa yang rutin melewati jalan itu terpaksa harus berjalan tanpa alas kaki. Kalaupun terpaksa harus memakai sepatu saat memasuki ujian sekolah, sepatunya hanya bisa ditenteng di kedua tangannya, sementara kakinya berjalan di kubangan lumpur.

“Anak sekolah dari Dusun Cigerut Wetan dan Cigerut Kulon, kemudian dari Dusun Burujul, setiap pagi lewat jalan ini. Baik yang sekolah SD dan MI, MTs, maupun SMK. Selain banyak yang jalan kaki, ada juga yang naik motor,” tambahnya.

Menurutnya, selain hancur parah di bagian sawah yang masih di sekitaran Desa Cipakem, kondisi jalan rusak terjadi di sepanjang jalan, kurang lebih empat kilometer, menuju Dusun Cigerut.

Akibatnya, selain menghambat generasi bangsa dalam mendapatkan layanan pendidikan, kondisi itu menghambat juga beragam aktivitas warga, baik dibidang kesehatan, pemerintahan, ekonomi, dan lain sebagainya.

“Kalaupun menggunakan layanan ojeg, masyarakat harus bayar minimal Rp 20 ribu. Jadi kalau mau ke Kuningan naik angkutan umum, untuk bisa sampai di rumah lagi butuh uang sekitar Rp 60 ribu karena ongkos mobil dari Cipakem ke Kuningan hampir Rp 15 ribu,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cipakem Uci Sanusi menerangkan, kondisi hancurnya jalan tersebut dikarenakan minimnya kegaiatan masyarakat.

Menurutnya, masyarakat malas untuk melakukan kegiatan perawatan jalan tersebut. Walaupun begitu, pihaknya merencanakan tahun ini akan ada perbaikan.

“Itu akibat males masyarakatnya. Insyaallah tahun ini ada perbaikan,” kata Uci melalui layanan teleponnya. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...