fajarnews

Incumbent Tidak Otomatis Jadi Cabup, Tetap Harus Melalui Penjaringan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 18 Mei 2017 | 07:55 WIB

Sopandi
Ketua Bappilu PDIP Jawa Barat H. Aang Hamid Suganda secara tegas menyatakan nama incumbent tidak otomastis jadi cabup tapi harus melalui mekanisme partai yang harus melalui tahap penjaringan dan tingkat elektibilitas.*

Fajarnews.com, KUNINGAN- Belum lama ini salah satu media online memberitakan, Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanudin menyebut sejumlah incumbent sebagai salah satu kader yang akan diusung menjadi calon kepala daerah dalam Pilkada Serentak 2018.

Salah satunya, sebutan tersebut dilayangkan untuk Bupati Kuningan H. Acep Purnama. Akan tetapi Ketua Bapilu PDIP Jawa Barat H. Aang Hamid Suganda menegaskan, penyebutan nama tersebut bukan secara otomatis memilih incumbent sebagai satu-satunya kader yang akan manggung. Melainkan, sebutan itu hanya sebagai penghargaan supaya incumbent lebih giat lagi bekerja.

“Itu sebagai penghargaan saja kepada incumbent supaya mereka lebih giat. Supaya elektabilitasnya lebih tinggi. Kalau sekarang sudah memilih incumbent sebagai satu-satunya calon bupati, percuma ada penjaringan,” kata Aang kepada wartawan, Rabu (17/5).

Dia menyebutkan, penjaringan bakal calon bupati secara serentak akan dilakukan pada 20 Mei hingga6 Juni 2017. Menurutnya, sebagai salah satu mekanisme partai yang harus dilalui, tahap penjaringan diupayakan menampung sebanyak-banyaknya kader. Dia menegaskan, karena dilakukan penjaringan, PDIP tidak memberlakukan skala prioritas.

“Saya berharap banyak kader yang mendaftar supaya lebih meriah. Karena ini adalah salah satu mekanisme partai yang harus dilalui. Jadi  tidak ada prioritas-prioritasan,” tuturnya.

Menurutnya, incumbent bisa menjadi calon bupati ketika elektabilitasnya lebih besar dari kader lain. Karena itu, walaupun maksud ketua DPD PDIP Jabar menyebut incumbent akan kembali diusung menjadi calon bupati, hal itu berlaku ketika elektabilitas incumbent tercatat memenuhi syarat.

“Tergantung elektabilitasnya memenuhi syarat apa enggak. Kalau elektabilitasnya tidak baik dan kalah sama yang lain, pasti ada pertimbangan lain. Dan, sampai saat ini belum ada hasil survey, baik internal maupun independen. Hasilnya baru akan keliatan nanti setelah penjaringan,” katanya.

Karea itu dia menyarankan, DPC PDIP Kuningan bisa menyiapkan sebaik mungkin para bakal calon supaya bisa diajukan ke DPC dan selanjutnya ke DPD dan DPP.

Menurutnya, Bapilu harus jeli bagaimana menjaring bakal calon supaya bisa bersaing dan memenangkan Pilkada di 16 kabupaten/kota, yang akan berbarengan dengan pemilihan Gubernur Jawa Barat.

“Mudah-mudahan imbas Jakarta tidak masuk ke Kuningan. Saya sendiri yakin, tidak akan ada imbas Jakarta. Adapun untuk maju sepaket atau koalisi, akan menyesuaikan hasil survey,” pungkasnya. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...