fajarnews

Napi Lapas Kuningan yang Kabur Kembali Ditangkap di Rumahnya

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 17 Mei 2017 | 09:25 WIB

-
-

Fajarnews.com, KUNINGAN- Azan Zuhur baru saja berkumandang, saat Lapas Kelas II A Kuningan yang biasanya tenang mendadak heboh.

Kehebohan itu dipicu adanya aksi nekat Wahyudi (23), narapidana asal Pabuaran, Kabupaten Cirebon, yang kabur dari lapas dengan cara memanjat dinding belakang lapas, Selasa (16/5).

Mengetahui adanya narapidana yang kabur, petugas lapas pun langsung bergerak melakukan pencarian. Dengan dibantu jajaran Polres Kuningan dan Polres Cirebon, petugas melacak keberadaan napi yang ditahan karena kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.

Upaya petugas pun membuahkan hasil. Hanya dalam hitungan jam, Wahyudi berhasil dibekuk di kediamannya di Pabuaran, Selasa (16/5) petang. Tidak ada perlawanan berarti, saat petugas lapas yang dibantu jajaran Polres Kuningan dan Polres Cirebon membekuknya.

Kepala Lapas Kelas II A Kuningan, Gumelar mengatakan, berkat kesigapan aparat, Wahyudi berhasil ditangkap jelang memasuki waktu Mahgrib dan langsung diboyong ke Lapas Kuningan.

“Dia kabur pas waktu Salat Zuhur. Caranya dengan menaiki pagar bagian belakang menggunakan sarung untuk salat, dan kemudian loncat,” kata Gumelar.

Menurut Gumelar, Wahyudi telah dua kali tercatat masuk penjara. Keduanya karena kasus yang sama, pencurian dengan kekerasan. Saat tertangkap untuk kali kedua, Wahyudi dijatuhi pasal berlapis dengan vonis empat tahun pejara dan baru menjalani masa hukuman dua tahun.

“Dia sudah menjalani masa hukuman vonis pertama dan saat ini tengah dalam masa vonis kedua,” tuturnya.

Gumelar menceritakan, sebelum melakukan aksinya, Wahyudi terlihat murung dan sering melamun. Hanya saja, di antara 14 rekan yang sekamar dengannya, tidak ada yang berani menanyakan apa yang dipikirkannya itu.

Sampai akhirnya, semuanya kaget saat Wahyudi nekat naik tembok setinggi enam meter dan loncat ke bagian belakang lapas.

“Teman-temannya cerita kalau Wahyudi sering melamun. Tapi di antara mereka tidak ada yang berani bertanya. Sampai akhirnya dia diketahui kabur. Karena loncat dari tembok yang cukup tinggi, kaki Wahyudi mengalami cedera,” kata Gumelar.

Menurut Gumelar, saat melakukan aksinya, napi yang menguni kamar blok atas itu mengenakan kaos kotak-kotak dan celana pendek. Usai melewati benteng lapas, Wahyudi diketahui sempat berpapasan dengan warga yang tengah menggarap ladang di sekitar lapas.

“Kami masih mendalami motif kenapa dia kabur,” kata Gumelar.

Saat disinggung sanksi yang akan diberikan kepada Wahyudi, Gumelar mengatakan, sanksi tegas akan diberlakukan. Nantinya Wahyudi akan diberi register F dan sanksi berupa penambahan hukuman. (Sopandi)

Loading Komentar....
loading...