fajarnews

Pengerjaan Proyek Cipto Dibagi Dua Paket

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 17 Mei 2017 | 08:45 WIB

Winarno
Pemkot Cirebon akan melebarkan Jalan Cipto Mangunkusumo dan lima titik pelebaran persimpangan lampu merah melalui DAK Rp 14 miliar yang bertujuan untuk mengurai kemacetan di Kota Cirebon.*

Fajarnews.com, CIREBON- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon mengatakan, proyek pelebaran Jalan Cipto Mangunkusumo yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp 14 miliar tersebut nantinya akan dibagi dalam dua paket.

Kepala Seksi (Kasi) Jaringan Jalan Primer Bidang Bina Marga Dinas PUPR, Hesti Lestari menjelaskan, pertama paket pelebaran, trotoarisasi, aspal dan betonisasi Jalan Cipto Mangunkusumo sebesar Rp 12 miliar dan paket kedua pelebaran jalan persimpangan lampu merah sebanyak lima titik dengan anggaran Rp 2 miliar. 

Setelah diketahui pemenangnya, lanjut Hesti, maka dua kontraktor tersebut akan diberi waktu selama 120 hari atau sekitar empat bulan untuk menyelesaikan persimpangan lampu merah dan pelebaran Jalan Cipto. 

"Tinggal gambar kerja yang belum siap, makanya kita masih melengkapi. Selain itu kita hanya menyampaikan permohonan proses lelang agar tiga kontraktor DAK Rp 96 miliar ditandai, tapi kita menyerahkan sepenuhnya kepada pihak ULP," ujarnya saat ditemui fajarnews.com di ruang kerjanya, Selasa (16/5). 

Terkait kontraktor proyek DAK Rp 96 miliar, pihaknya berharap tiga kontraktor pemenang DAK Rp 96 miliar tidak menjadi pemenang pada proses lelang DAK Rp 14 miliar tahun 2017 untuk pembangunan infrastruktur jalan. Pasalnya, kata dia, tiga kontraktor tersebut terlihat kurang maksimal dalam pekerjaannya. 

Hesti mengatakan, pihaknya menginginkan agar proses lelang DAK Rp 14 miliar di Unit Layanan Pengadaan tersebut dimenangkan oleh kontraktor lokal, sebab hal tersebut untuk mempermudah apabila terjadi keterlambatan pekerjaan. 

"Saat ini kami belum mengajukan lelang, karena masih revisi gambar kerja. Pengennya sih cepet, kalau bisa minggu ini sudah masuk ULP. Karena dokumen sudah siap tinggal gambarnya saja sedikit revisi," kata Hesti.

Ia mengaku tak akan memakai tiga kontraktor yang pernah dipakai pada pembangunan 96 miliar. Namun menginginkan lelang 14 miliar tersebut dimenangkan kontraktor lokal saja. Pasalnya pihaknya tak menginginkan DAK Rp 96 miliar terulang kembali. 

"Kami inginnya kontraktor pemenang dari dekat, yang pentingkan bagus dan kompeten. Karena Badan Pengawas Keuangan (BPK) hanya fokus ke kita dan kalau jauh kita jadi repot," ujarnya. 

Lebih lanjut lagi, BPK hanya mempertanyakan ke Dinas PUPR saja, tidak dengan kontraktor, akan tetapi pihak kontraktor urusan Dinas PUPR. Untuk itu, dirinya pun berharap agar DAK tahun lalu tak terulang kembali pada tahun ini. 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon akan melebarkan Jalan Cipto Mangunkusumo dan lima titik pelebaran persimpangan lampu merah melalui DAK Rp 14 miliar dari pemerintah tersebut berupaya untuk mengurai kemacetan di Kota Cirebon. 

Namun, Wali Kota Cirebon, Nasrudin Aziz sangat menyayangkan karena sepanjang jalan lumpu merah Pemuda atau Lawang Abang tersebut banyak pepohonan.

Meski demikian, Pemkot Cirebon tetap melanjutkan pelebaran jalan tersebut mengingat pembangunan tersebut merupakan kebutuhan. 

"Saya pikir karena pohon sudah gede, sementara kita (Pemkot) salah satu visinya adalah hijau, masa mau ditebangi. Tapi bagi saya bahwa pelebaran jalan cipto itu merupakan sebuah kebutuhan guna mengurai kemacetan," kata Aziz. (Winarno)

Loading Komentar....
loading...