fajarnews

Kurang Anggaran, Kura Kura Belawa Kelaparan

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 17 Mei 2017 | 07:25 WIB

Nawawi
Kuwu Desa Belawa, Kamon Haryanto memperlihatkan Kura-Kura Belawa yang kelaparan akibat minimnya anggaran untuk pakan hewan tersebut.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Sudah enam bulan kura-kura yang ada di Objek Wisata (OW) Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon tak mendapatkan subsidi pakan dari Distanbunnakhut Kabupaten Cirebon.

Hal itu dikarenakan sejak awal tahun 2017 kewenangan Provinsi Jawa Barat yang memberikan anggaran untuk pakan, sehingga kura-kura tersebut saling serang dan mengakibatkan rusaknya tempurung kura-kura.

Kuwu Desa Belawa, Kecamatan Lemahabang, Kamon Haryanto mengungkapkan, ketersiadaan pakan yang sangat minim berdampak pada kura-kura itu sendiri. Sehingga terpaksa anggaran dana desa dialokasikan juga untuk penyediaan pakan kura-kura tersebut.

“Perbulan kami alokasikan Rp 500 ribu untuk pakan kura-kura, disamping uang tiket pengunjung. Meski demikian, masih sangat minim. Karena banyaknya kura-kura yang ada di tempat ini,” jelas Kuwu Kamon Haryanto kepada fajarnews.com Selasa (16/5).

Ketua Pokmaswas, Yanto menambahkan, masih minimnya perhatian pemerintah daerah (Pemda) pada kawasan konservasi, tentunya sangat disayangkan. Apabila objek wisata kura-kura Belawa dikelola Pemda.

“Kami sangat menyayangkan objek wisata ini terancam punah, karena minimnya perhatian dari Pemda. Diharapkan solusi terbaik dari pihak terkait, guna kelangsungan hidup kura-kura langka ini,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Kadis Budparpora) Kabupaten Cirebon, H Hartono, MM di sela mendampingi kunjungan Bupati Cirebon di Desa Pabuaranlor, Kecamatan Pabuaran, Selasa (16/5) menegaskan, pemerintah daerah hanya pengelolaan pengembangbiakan kura-kura Belawa dan promosi.

“Untuk ketersediaan pakan, kewenangan desa. Karena, tanahnya masih milik desa sehingga pemerintah daerah hanya promosi saja supaya pengunjung meningkat. Kalau pun ingin dikelola Pemda, harus ada pelimpahan kewenangan dari desa ke Pemda. Tapi, hingga saat ini belum dapat dilakukan pelimpahan kewengan tersebut, karena belum ada aturan mengenai hal tersebut,” paparnya.

Lanjut Hartono, selama ini promosi yang sudah dilakukan antara lain pembuatan website, penyebaran brosur dan pembuatan gapura. Hal itu agar memudahkan pengunjung menuju tempat tersebut.

“Tentunya promosi terus dilakukan. Selain itu, kami akan gelar event serupa di Cirebon Timur, yang kami namakan 'Festival Cisanggarung'. Tujuannya, untuk membangkitkan seni budaya di wilayah tersebut,” katanya.

Hartono menjelaskan, 2018 mendatang akan diusulkan anggaran ke Pemda dan akan dijadikan even tahunan di Cirebon Timur.

Kegiatannya terfokus kelestarian seni budaya Cirebon yang dikolaborasikan dengan kesenian kontemporer. “Kami juga lakukan pembinaan kesenian tradisional, agar tetap terjaga kelestariannya. 

Ada 165 kesenian tradisional yang saat ini dibina oleh Disbudparpora, harapannya hasil binaan tersebut bisa membangkitkan kembali kesenian tradisional yang hampir punah. Kami terus support kesenian yang hampir punah tersebut?. Termasuk pengembangan tempat wisata, seperti Setu Sedong dan Kura-kura Belawa,” tandasnya. (Nawawi)

Loading Komentar....
loading...