fajarnews

Kenalan Lewat FB, Pilot Gadungan Tipu PNS Indramayu Rp 800 Juta

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 16 Mei 2017 | 09:40 WIB

Agus Sugianto
Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki (kiri) bersama jajarannya saat gelar perkara kasus dugaan penipuan yang dilakukan komplotan yang memanfaatkan media sosial Facebook, dengan kerugian korban mencapai Rp 800 juta, Senin (15/5).*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- TH alias Willy (34) dan ADR alias Boy alias Geheng (35), hanya bisa pasrah saat petugas Satreskrim Polres Indramayu menggiring keduanya menuju kamar tahanan polres setempat, usai gelar perkara, Senin (15/5).

Keduanya dibekuk polisi, karena diduga telah menipu seorang pegawai negeri sipil (PNS) perempuan asal Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, sebut saja Bunga, hingga ratusan juta rupiah.

Diduga, TH dan ADR merupakan anggota komplotan penipu yang memanfaatkan media sosial Facebook (FB), sebagai sarana mencari calon korbannya.

Dalam menjalankan aksinya, TH menggunakan akun FB palsu bernama Willy Firmasyah. Ia mengaku bekerja sebagai pilot Garuda Indonesia Airlines.

Kapolres Indramayu, AKBP Eko Sulistyo Basuki mengatakan, setelah cukup lama berkenalan dan berpacaran melalui  FB, TH alias Willy pun melamar Bunga. Tidak itu saja, mereka bahkan telah merancanakan pernikahan.

Namun, sebagai syarat pernikahan, Willy yang mengaku lahir di Batam dan tinggal di Banda Aceh itu, meminta agar Bunga menyetorkan uang yang jumlahnya sangat besar yakni Rp 800 juta, dengan alasan untuk pengurusan pajak, klaim asuransi, pengajuan mutasi ke Jawa Barat, selamatan keluarga dan lain-lain.  

Bunga yang terlanjur jatuh cinta kepada sang pujaan hati pun luluh. Ia mentransfer uang dalam beberapa tahap ke rekening kekasihnya itu, hingga jumlahnya mencapai Rp 800 juta. 

“Korban dan pelaku berkenalan lewat media sosial pada tanggal 13 Februari lalu. Kepada Bunga, TH mengaku bernama Willy Firmansyah, tinggal di Aceh tapi kelahiran Batam, anak tunggal yang kedua orang tuanya sudah meninggal dunia dan bekerja sebagai Pilot Garuda,” kata Eko, saat gelar perkara, Senin (15/5).

Demi untuk meyakinkan Bunga, lanjut Eko, TH menyuruh temannya, ADR alias Boy alias Geheng untuk menelepon Bunga.

Kepada Bunga, ADR mengaku bernama Sandi Irawan dengan jabatan kepala bagian di PT Garuda Indonesia. Bahkan ada dua orang lagi teman TH lainnya, yang disuruh mengaku sebagai kepala cabang PT Garuda dan sekretarisnya.

 “Semua hanya akal-akalan TH agar Bunga percaya dan mau mentransfer uangnya,” kata Eko.

Beruntung korban tersadar dan melaporkan hal itu ke polisi. Setelah mendapat laporan korban, lanjut Kapolres, jajarannya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap dua pelaku utama, TH dan ADR.

“Setelah ditangkap, ternyata Willy Firmansyah yang di FB mengaku sebagai pilot Garuda, aslinya bernama TH asal Kelurahan Kotawetan, Kecamatan Sukaregang, Kabupaten Garut. Sementara temannya, ADR alias Boy alias Geheng (35 tahun), warga Desa/Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya,” ujarnya.

Eko mengatakan, jajarannya tengah melakukan pengejaran anggota komplotan penipu lewat lainnya, yang identitasnya sudah berhasil dikantongi.

 “Selain mengejar pelaku lainnya, kita juga sedang mendesak agar pelaku mengembalikan uang korban,” ujarnya.

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti dua unit mobil Honda Jazz dan Hyundai Atoz yang digunakan pelaku untuk mendekati korbannya. Keduanya kini meringkuk di sel tahanan Polres Indramayu, sambil menunggu proses hukum selanjutnya.

“Palaku diduga melanggar Pasal 45A UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 372 KUHPidana, dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara,” tandasnya. (Agus Sugianto)

Loading Komentar....
loading...